Tren Baru Wisata Pasca-Pandemi, Akomodasi Alami hingga Virtual Reality
Jum'at, 01 Januari 2021 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
"Para wisatawan tentu mencari sesuatu yang tidak ada di negaranya. Misalnya jangan tawarkan hotel karena di negara mereka itu sudah biasa. Berikan konsep lain untuk pengalaman berkesan mereka," lanjutnya.
Dia mendorong memperbanyak alternatif akomodasi dibandingkan bangunan hotel. Pilihan nonhotel tersebut ada banyak seperti konsep vila ataupun homestay di rumah warga. Bahkan menurut dia yang sebenarnya dicari wisatawan menengah atas adalah penginapan dengan konsep menyatu dengan alam.
(Baca Juga: Pandemi Ubah Tren Pariwisata, Jokowi Minta Diantisipasi)
"Konsep yang dibutuhkan seperti rumah pohon atau kamar di antara batu karang sehingga bisa melihat ikan-ikan. Dengan begitu kamarnya bisa dijual jauh lebih tinggi. Ini tentu juga berarti akan ramah lingkungan. Sedangkan bangunan hotel hanya menguntungkan investor dan merusak lingkungan. Harusnya menyejahterakan masyarakat di sana," katanya.
Tren berikutnya yang harus dikembangkan adalah teknologi. Salah satunya adalah layanan robot di kamar akan diminati wisatawan. Teknologi lainnya virtual reality, dimana tempat-tempat wisata kini mulai menggunakan teknologi ini sebagai atraksi wisata buatan pengganti atraksi pada realitas nyata. Dia mencontohkan di Guizou, China, yang kini telah hadir taman tematik (theme park) yang menyuguhkan hiburan virtual reality.
Dia mendorong memperbanyak alternatif akomodasi dibandingkan bangunan hotel. Pilihan nonhotel tersebut ada banyak seperti konsep vila ataupun homestay di rumah warga. Bahkan menurut dia yang sebenarnya dicari wisatawan menengah atas adalah penginapan dengan konsep menyatu dengan alam.
(Baca Juga: Pandemi Ubah Tren Pariwisata, Jokowi Minta Diantisipasi)
"Konsep yang dibutuhkan seperti rumah pohon atau kamar di antara batu karang sehingga bisa melihat ikan-ikan. Dengan begitu kamarnya bisa dijual jauh lebih tinggi. Ini tentu juga berarti akan ramah lingkungan. Sedangkan bangunan hotel hanya menguntungkan investor dan merusak lingkungan. Harusnya menyejahterakan masyarakat di sana," katanya.
Tren berikutnya yang harus dikembangkan adalah teknologi. Salah satunya adalah layanan robot di kamar akan diminati wisatawan. Teknologi lainnya virtual reality, dimana tempat-tempat wisata kini mulai menggunakan teknologi ini sebagai atraksi wisata buatan pengganti atraksi pada realitas nyata. Dia mencontohkan di Guizou, China, yang kini telah hadir taman tematik (theme park) yang menyuguhkan hiburan virtual reality.
(fai)
Lihat Juga :