Banyak Peluang Usaha di 2021
Sabtu, 02 Januari 2021 - 06:28 WIB
loading...
Di tengah beragam tantangan yang ada di 2021, ternyata masih banyak sektor yang bisa digarap dengan skema kewirausahaan. FOTO/KORAN SINDO
A
A
A
JAKARTA - Menyongsong tahun baru dengan semangat baru sudah menjadi resolusi banyak orang. Namun tahun ini berbeda bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat masih dihantui pandemi korona (Covid-19) yang membuat lapangan pekerjaan menipis. Namun masih ada secuil harapan bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan.
Memiliki dan mengelola bisnis sendiri menjadi sebuah kebanggaan dan impian banyak orang. Sayangnya Covid-19 seakan mengubur impian itu. Namun di tengah beragam tantangan yang ada, ternyata masih banyak sektor yang bisa digarap dengan skema kewirausahaan . Salah satunya dengan memanfaatkan tren contactless yang menjadi salah satu standar baku protokol kesehatan di masa pandemi.
Pakar kewirausahaan dan motivator Tom MC Ifle mengungkapkan, peluang bisnis perlu dilihat dari siapa yang ingin memulai bisnis. Jika seseorang memiliki kemampuan berjualan melalui platform digital, bisa dipastikan bisnis ini masih akan berjaya. Penyebabnya, dengan tren contactless, masyarakat lebih memilih berbelanja di platform digital seperti e-commerce daripada datang langsung ke toko ritel. (Baca juga: Kena PHK Imbas Pandemi? Yuk Lirik Peluang Usaha Bersama Entrepreneurs.id )
Menurut Tom, salah satu peluang usaha yang potensial adalah drop shipper. Seseorang hanya perlu mencari vendor barang yang sedang digemari, kemudian memesankannya untuk pembeli. "Cari saja di marketplace produk bagus dengan harga miring. Kita hanya perlu melakukan promosi di grup Whatsapp atau media sosial. Nantinya barang akan dikirim langsung kepada pembeli oleh penjual. Jadi kita tidak perlu memiliki stok barang," jelasnya di Jakarta, JUmat (1/1/2021).
Usaha lain yang bisa dicoba adalah jasa titip barang bagi mereka yang sering bepergian. Tom mengatakan, jika sering bepergian keluar kota, manfaatkan untuk menjual jasa membelikan barang khas tempat tersebut. Paling tidak barang yang tidak dijual di kota tersebut seperti peralatan rumah tangga. Atau jenis fashion tertentu yang hanya ada di mal tertentu, juga oleh-oleh atau makanan yang hanya membuka cabang di kota tertentu.
Founder & CEO Top Coach Indonesia itu menyebutkan, peluang usaha seperti mengembangkan usaha rintisan di sektor digital (startup digital) juga berpeluang untuk bertumbuh. Namun yang perlu diperhatikan, tren pemanfaatan teknologi ke depan adalah mengolaborasikan bisnis offline dengan dukungan sistem online. "Kalau e-commerce rata-rata produknya sudah ada dan hanya dipasarkan dengan produk lain. Tapi ini menghubungkan satu jenis barang konvensional khusus," urai Tom.
Dia memberikan contoh bisnis peternakan dan penjualan kambing secara digital, nanti akan ada aplikasi yang mengumpulkan para peternak kambing untuk menemukan pembelinya yang memang rutin membeli kambing. Misalnya pedagang kuliner sate dan sop kambing. Inovasi dari platform digital akan lebih spesifik karena sudah jelas pasarnya. (Baca juga: Sandiaga: Pariwisata Berbasis Budaya Akan Buka Banyak Peluang Usaha )
Memiliki dan mengelola bisnis sendiri menjadi sebuah kebanggaan dan impian banyak orang. Sayangnya Covid-19 seakan mengubur impian itu. Namun di tengah beragam tantangan yang ada, ternyata masih banyak sektor yang bisa digarap dengan skema kewirausahaan . Salah satunya dengan memanfaatkan tren contactless yang menjadi salah satu standar baku protokol kesehatan di masa pandemi.
Pakar kewirausahaan dan motivator Tom MC Ifle mengungkapkan, peluang bisnis perlu dilihat dari siapa yang ingin memulai bisnis. Jika seseorang memiliki kemampuan berjualan melalui platform digital, bisa dipastikan bisnis ini masih akan berjaya. Penyebabnya, dengan tren contactless, masyarakat lebih memilih berbelanja di platform digital seperti e-commerce daripada datang langsung ke toko ritel. (Baca juga: Kena PHK Imbas Pandemi? Yuk Lirik Peluang Usaha Bersama Entrepreneurs.id )
Menurut Tom, salah satu peluang usaha yang potensial adalah drop shipper. Seseorang hanya perlu mencari vendor barang yang sedang digemari, kemudian memesankannya untuk pembeli. "Cari saja di marketplace produk bagus dengan harga miring. Kita hanya perlu melakukan promosi di grup Whatsapp atau media sosial. Nantinya barang akan dikirim langsung kepada pembeli oleh penjual. Jadi kita tidak perlu memiliki stok barang," jelasnya di Jakarta, JUmat (1/1/2021).
Usaha lain yang bisa dicoba adalah jasa titip barang bagi mereka yang sering bepergian. Tom mengatakan, jika sering bepergian keluar kota, manfaatkan untuk menjual jasa membelikan barang khas tempat tersebut. Paling tidak barang yang tidak dijual di kota tersebut seperti peralatan rumah tangga. Atau jenis fashion tertentu yang hanya ada di mal tertentu, juga oleh-oleh atau makanan yang hanya membuka cabang di kota tertentu.
Founder & CEO Top Coach Indonesia itu menyebutkan, peluang usaha seperti mengembangkan usaha rintisan di sektor digital (startup digital) juga berpeluang untuk bertumbuh. Namun yang perlu diperhatikan, tren pemanfaatan teknologi ke depan adalah mengolaborasikan bisnis offline dengan dukungan sistem online. "Kalau e-commerce rata-rata produknya sudah ada dan hanya dipasarkan dengan produk lain. Tapi ini menghubungkan satu jenis barang konvensional khusus," urai Tom.
Dia memberikan contoh bisnis peternakan dan penjualan kambing secara digital, nanti akan ada aplikasi yang mengumpulkan para peternak kambing untuk menemukan pembelinya yang memang rutin membeli kambing. Misalnya pedagang kuliner sate dan sop kambing. Inovasi dari platform digital akan lebih spesifik karena sudah jelas pasarnya. (Baca juga: Sandiaga: Pariwisata Berbasis Budaya Akan Buka Banyak Peluang Usaha )
Lihat Juga :