Permintaan Sarung Tangan Melonjak, Mark Dynamics Bidik Penjualan Rp1 Triliun
Selasa, 05 Januari 2021 - 00:02 WIB
loading...
A
A
A
“Melihat kondisi pasar yang cukup imbalance, average selling price (ASP) diperkirakan akan naik sekitar 15%. Ini tentunya katalis positif bagi kami untuk memacu kinerja di tahun recovery ini,” kata Ridwan dalam rilisnya di Jakarta, Senin (4/1/2021).
Kondisi ini berdampak positif bagi MARK yang sudah mengantongi kontrak senilai USD66,8 juta untuk pengapalan pada 2021. Dia juga yakin akan berhasil mencapai target yang telah ditetapkan untuk menyambut tahun baru ini. Tidak tanggung-tanggung, target penjualan akan naik sebesar dua kali lipat dari penjualan di 2020.
“Untuk penjualan 2020 mungkin akan dicapai sekitar Rp548 miliar, namun masih menunggu proses audit. Sedangkan di 2021, dengan adanya kenaikan ASP dan penambahan kapasitas hampir dua kali lipat, target penjualan konsolidasi akan mencapai angka Rp1,061 triliun dengan laba bersih sekitar Rp300,6 miliar,” jelas Ridwan Goh.
Menurutnya, target tersebut sangat realistis setelah mempertimbangkan kondisi pasar saat ini. Bahkan di 2022 nanti, penjualan konsolidasi perseroan diproyeksi akan naik 40% dari 2021 yaitu menjadi Rp1,474 triliun dan bottom line sekitar Rp433,3 miliar.
Berbanding lurus dengan permintaan yang masuk, persediaan bahan baku untuk cetakan sarung tangan sudah tersedia 90% dari total bahan baku yang akan dipakai di semester I tahun 2021. Bahan baku yang diperlukan dalam pembuatan cetakan porselen sarung tangan ini seluruhnya diimpor dari Eropa, dan bebeapa negara lainnya. MARK memastikan seluruh bahan baku terjamin kualitasnya untuk menghasikan output yang baik kualitasnya dan sesuai dengan permintaan produsen sarung tangan.
“Melihat data tersebut, potensi bisnis MARK sangat besar dan terus menjanjikan” ujar Ridwan Goh.
Kondisi ini berdampak positif bagi MARK yang sudah mengantongi kontrak senilai USD66,8 juta untuk pengapalan pada 2021. Dia juga yakin akan berhasil mencapai target yang telah ditetapkan untuk menyambut tahun baru ini. Tidak tanggung-tanggung, target penjualan akan naik sebesar dua kali lipat dari penjualan di 2020.
“Untuk penjualan 2020 mungkin akan dicapai sekitar Rp548 miliar, namun masih menunggu proses audit. Sedangkan di 2021, dengan adanya kenaikan ASP dan penambahan kapasitas hampir dua kali lipat, target penjualan konsolidasi akan mencapai angka Rp1,061 triliun dengan laba bersih sekitar Rp300,6 miliar,” jelas Ridwan Goh.
Menurutnya, target tersebut sangat realistis setelah mempertimbangkan kondisi pasar saat ini. Bahkan di 2022 nanti, penjualan konsolidasi perseroan diproyeksi akan naik 40% dari 2021 yaitu menjadi Rp1,474 triliun dan bottom line sekitar Rp433,3 miliar.
Berbanding lurus dengan permintaan yang masuk, persediaan bahan baku untuk cetakan sarung tangan sudah tersedia 90% dari total bahan baku yang akan dipakai di semester I tahun 2021. Bahan baku yang diperlukan dalam pembuatan cetakan porselen sarung tangan ini seluruhnya diimpor dari Eropa, dan bebeapa negara lainnya. MARK memastikan seluruh bahan baku terjamin kualitasnya untuk menghasikan output yang baik kualitasnya dan sesuai dengan permintaan produsen sarung tangan.
“Melihat data tersebut, potensi bisnis MARK sangat besar dan terus menjanjikan” ujar Ridwan Goh.
Lihat Juga :