Permintaan Sarung Tangan Melonjak, Mark Dynamics Bidik Penjualan Rp1 Triliun

Selasa, 05 Januari 2021 - 00:02 WIB
loading...
Permintaan Sarung Tangan...
Presdir MARK dengan penghargaan yang diraih selama tahun 2020. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) emiten cetakan sarung tangan kesehatan berbasis porselen sepanjang tahun ini membidik penjualan sebesar Rp1,061 triliun dengan laba bersih diproyeksi sebesar Rp300,6 miliar.

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pemakaian sarung tangan, perlengkapan wajib para dokter dan perawat di garda depan penanganan Covid-19, serta penerapan protokol kesehatan di masa pandemi ini masih menjadi faktor penting permintaan produksi sarung tangan. Hal ini akan menjadi gaya hidup baru yang tidak akan terlepas dari kehidupan sehari-hari.

Presiden Direktur MARK Ridwan Goh mengatakan di 2020, perseroan telah meningkatkan kapasitas produksi hingga mampu mencetak 800.000 pcs/bulan. Tidak membutuhkan waktu yang lama, utilisasi kapasitas baru tersebut mencapai titik maksimum hanya dalam 2 bulan. Ini disebabkan oleh kurangnya pasokan cetakan sarung tangan di pasar global disaat permintaan sedang berada di puncak tertingginya.

Alhasil, perseroan telah mengalokasikan capex lebih kurang Rp150 miliar untuk pembangunan pabrik baru yang ditotalkan akan mampu mencetak 1,4 juta pcs/bulan dimulai dari kuartal II/2021.

Baca Juga : Fokus E-Commerce, Tahun Depan LUCK Bidik Penjualan Rp135 Miliar

Menurutnya, pesanan MARK yang sudah dikantongi sekitar 98% dari total permintaan terdaftar di tahun 2021. Beberapa dari pelanggan tersebut merupakan pelanggan setia yang merupakan pemain utama produsen sarung tangan di panggung internasional, yakni Hartalega, Top Gloves, Kossan, Sri Tang, Intco, Zhong Hong Pu Lin, dan BlueSail.

Bahkan beberapa pelanggan baru ingin melakukan spot in dengan membeli produk MARK lebih mahal 50% dari harga normal. Dengan adanya penawaran bagus ini, Ridwan Goh memperkirakan kemungkinan akan ada kenaikan harga jual rata-rata di 2021.

“Melihat kondisi pasar yang cukup imbalance, average selling price (ASP) diperkirakan akan naik sekitar 15%. Ini tentunya katalis positif bagi kami untuk memacu kinerja di tahun recovery ini,” kata Ridwan dalam rilisnya di Jakarta, Senin (4/1/2021).

Kondisi ini berdampak positif bagi MARK yang sudah mengantongi kontrak senilai USD66,8 juta untuk pengapalan pada 2021. Dia juga yakin akan berhasil mencapai target yang telah ditetapkan untuk menyambut tahun baru ini. Tidak tanggung-tanggung, target penjualan akan naik sebesar dua kali lipat dari penjualan di 2020.

“Untuk penjualan 2020 mungkin akan dicapai sekitar Rp548 miliar, namun masih menunggu proses audit. Sedangkan di 2021, dengan adanya kenaikan ASP dan penambahan kapasitas hampir dua kali lipat, target penjualan konsolidasi akan mencapai angka Rp1,061 triliun dengan laba bersih sekitar Rp300,6 miliar,” jelas Ridwan Goh.

Menurutnya, target tersebut sangat realistis setelah mempertimbangkan kondisi pasar saat ini. Bahkan di 2022 nanti, penjualan konsolidasi perseroan diproyeksi akan naik 40% dari 2021 yaitu menjadi Rp1,474 triliun dan bottom line sekitar Rp433,3 miliar.

Berbanding lurus dengan permintaan yang masuk, persediaan bahan baku untuk cetakan sarung tangan sudah tersedia 90% dari total bahan baku yang akan dipakai di semester I tahun 2021. Bahan baku yang diperlukan dalam pembuatan cetakan porselen sarung tangan ini seluruhnya diimpor dari Eropa, dan bebeapa negara lainnya. MARK memastikan seluruh bahan baku terjamin kualitasnya untuk menghasikan output yang baik kualitasnya dan sesuai dengan permintaan produsen sarung tangan.

“Melihat data tersebut, potensi bisnis MARK sangat besar dan terus menjanjikan” ujar Ridwan Goh.

Baca Juga : Pandemi Bikin Kinerja Emiten Sarung Tangan Bertepuk Tangan

Sebagai tambahan, MARK sendiri telah mengakuisisi dua anak perusahaan yang masing-masing bergerak di produk saniter dan agrikultur. Akuisisi dilakukan di semester pertama 2020 dengan kucuran dana sekitar Rp70 miliar. Produk saniter, seperti toilet duduk dan jongkok, akan menggunakan sisa bahan baku dari cetakan sarung tangan.

Sedangkan produk pertanian yang dipasarkan oleh PT Agro Dynamics Indonesia adalah sprayer, herbisida, dan etephon (penyubur) yang dibutuhkan oleh industri pertanian. Kedua lini bisnis ini diproyeksikan dapat berkontribusi sebesar 10% - 15% total penjualan.

Dengan mempertimbangkan semua aspek ini, bukan tidak mungkin MARK melipat gandakan kinerja mereka di 2021. Ditambah lagi kondisi ekonomi global yang mulai pulih secara perlahan karena telah tersedianya vaksin di seluruh dunia. Tingginya permintaan ini akan terus berlangsung dalam kurun waktu 2-3 tahun mendatang. Setelah kondisi kembali normal, permintaan sarung tangan secara global diperkirakan tetap akan bertumbuh sebesar 10% - 12% per tahun.
(her)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar RUPST, Krom Bank...
Gelar RUPST, Krom Bank Cetak Kinerja Kuat di Sepanjang 2025
Indocement Bagikan Dividen...
Indocement Bagikan Dividen Rp1,54 Triliun, Setujui Perubahan Pengurus
SIG Bagikan Seluruh...
SIG Bagikan Seluruh Laba 2025 Rp190,8 Miliar sebagai Dividen Tunai
MARK Tetapkan Dividen...
MARK Tetapkan Dividen dan Proyeksi Laba 2026, Yield Berpotensi Double Digit
Lippo Cikarang Bukukan...
Lippo Cikarang Bukukan Marketing Sales Rp491 Miliar di 1Q26, Pendapatan Rp760 Miliar
TBS Energi Catat Pendapatan...
TBS Energi Catat Pendapatan Konsolidasi Tumbuh 20,5% di Kuartal I 2026
Pacu Inovasi Kesehatan,...
Pacu Inovasi Kesehatan, Hospital Expo 2025 Hadir September Ini di Jakarta
Jurus Khofifah Genjot...
Jurus Khofifah Genjot Cuan UMKM Jatim lewat Media Sosial
Gaikindo Pusing: Pasar...
Gaikindo Pusing: Pasar Mobil Indonesia Melambat, Penjualan Kuartal Pertama Anjlok
Rekomendasi
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
BMW iX xDrive45, Kemewahan...
BMW iX xDrive45, Kemewahan Sunyi Seharga Rp2,6 Miliar
Berita Terkini
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved