Uni Emirat Arab 'Terangi' Hidup Ribuan Nelayan dengan Lampu Tenaga Surya
Selasa, 05 Januari 2021 - 00:48 WIB
loading...
Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Inisiatif kemanusiaan yang dipimpin oleh Uni Emirat Arab bernama 20by2020 terus dilanjutkan ke berbagai belahan dunia. Kini 20by2020 menyasar Pulau Laut Selatan, Kalimantan Selatan, Indonesia dengan menyediakan akses energi yang lebih baik melalui lampu tenaga surya tanpa listrik kepada 20.700 orang di masyarakat nelayan .
Pemberian bantuan itu lantaran seperempat populasi Pulau Laut Selatan masih hidup dalam kegelapan dan mayoritas rumah tangganya bekerja sebagai nelayan. Sebanyak 3.600 lentera bertenaga surya dan 1.000 lentera dengan alat isi ulang energi bertenaga surya akan diserahkan ke para nelayan supaya dapat mencari ikan lebih cepat di pagi hari dan lebih lama di malam hari, sehingga memungkinkan aktivitas ekonomi yang lebih besar. ( Baca juga:Perusahaan Akui Hasil Kemanjuran Vaksin COVID-19 China Beda-beda )
Selain itu, lentera tersebut akan meningkatkan kondisi kesehatan warga penerima bantuan. Pasalnya, selama ini banyak warga yang masih menggunakan lampu minyak tanah, lilin, dan lampu dari generator disel yang merugikan kesehatan.
Ahmed Ali Al Sayegh, Menteri Negara Uni Emirat Arab (UAE Minister of State) dan Ketua (Chairman) Abu Dhabi Global Market (ADGM), juga seorang mitra pendiri (founding partner) the 20by2020 initiative mengatakan, Uni Emirat Arab (UAE) dan Indonesia selaras dengan agenda PBB 2030 dan mempunyai tujuan yang sama dalam membangun kota dan komunitas yang berkelanjutan, serta mendukung sektor-sektor pertumbuhan utama.
Ahmed Ali Al Sayegh menambahkan selama bertahun-tahun, kedua negara sudah mengadakan beberapa proyek berkelanjutan bersama yang dirancang untuk membangun masyarakat dan ekonomi yang berdaya tahan. Pelaksanaan penyebaran 20by2020 terkini mengenai solusi tenaga surya yang ramah lingkungan di wilayah Kalimantan Selatan bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal dan juga menghubungkan populasi tanpa listrik ke sumber tenaga listrik.
Pemberian bantuan itu lantaran seperempat populasi Pulau Laut Selatan masih hidup dalam kegelapan dan mayoritas rumah tangganya bekerja sebagai nelayan. Sebanyak 3.600 lentera bertenaga surya dan 1.000 lentera dengan alat isi ulang energi bertenaga surya akan diserahkan ke para nelayan supaya dapat mencari ikan lebih cepat di pagi hari dan lebih lama di malam hari, sehingga memungkinkan aktivitas ekonomi yang lebih besar. ( Baca juga:Perusahaan Akui Hasil Kemanjuran Vaksin COVID-19 China Beda-beda )
Selain itu, lentera tersebut akan meningkatkan kondisi kesehatan warga penerima bantuan. Pasalnya, selama ini banyak warga yang masih menggunakan lampu minyak tanah, lilin, dan lampu dari generator disel yang merugikan kesehatan.
Ahmed Ali Al Sayegh, Menteri Negara Uni Emirat Arab (UAE Minister of State) dan Ketua (Chairman) Abu Dhabi Global Market (ADGM), juga seorang mitra pendiri (founding partner) the 20by2020 initiative mengatakan, Uni Emirat Arab (UAE) dan Indonesia selaras dengan agenda PBB 2030 dan mempunyai tujuan yang sama dalam membangun kota dan komunitas yang berkelanjutan, serta mendukung sektor-sektor pertumbuhan utama.
Ahmed Ali Al Sayegh menambahkan selama bertahun-tahun, kedua negara sudah mengadakan beberapa proyek berkelanjutan bersama yang dirancang untuk membangun masyarakat dan ekonomi yang berdaya tahan. Pelaksanaan penyebaran 20by2020 terkini mengenai solusi tenaga surya yang ramah lingkungan di wilayah Kalimantan Selatan bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal dan juga menghubungkan populasi tanpa listrik ke sumber tenaga listrik.
Lihat Juga :