Stok Melimpah, Inilah 10 Provinsi Produsen Jagung Terbesar di Indonesia
Selasa, 05 Januari 2021 - 15:52 WIB
loading...
A
A
A
Kedelapan, Sulawesi Utara dengan luas panen 235.500 ha menghasilkan 0,92 juta ton jagung. Kesembilan, Gorontalo dengan luas panen 212.500 ha menghasilkan 0,91 juta ton jagung. Terakhir kesepuluh, Sumatera Selatan dengan luas panen 137.000 ha menghasilkan jagung mencapai 0,80 juta ton.
“Kita terus pacu produksi lagi sehingga tahun 2021 produksi jagung meningkat dan tiap daerah mampu menghasilkan jagung secara mandiri. Sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, produktivitas harus ditingkatkan. Kementan telah memiliki banyak varietas yang potensinya 11 ton per ha,” tegas Suwandi.
Kini Kementan, kata Suwandi, bermitra dengan empat industri makanan minuman untuk memproduksi jagung rendah alfatoksin bekerjasama dengan petani.
Sebelumnya, Mentan Syahrul Yasin Limpo juga mengatakan Kementan berkomitmen untuk meningkatkan produksi dengan melakukan peningkatan luas tanam jagung sehingga dapat menaikkan pendapatan petani jagung serta diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. “Dengan tercukupinya kebutuhan jagung juga akan semakin menjauhkan Indonesia dari impor jagung yang merugikan petani,” kata Syahrul.
“Kita terus pacu produksi lagi sehingga tahun 2021 produksi jagung meningkat dan tiap daerah mampu menghasilkan jagung secara mandiri. Sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, produktivitas harus ditingkatkan. Kementan telah memiliki banyak varietas yang potensinya 11 ton per ha,” tegas Suwandi.
Kini Kementan, kata Suwandi, bermitra dengan empat industri makanan minuman untuk memproduksi jagung rendah alfatoksin bekerjasama dengan petani.
Sebelumnya, Mentan Syahrul Yasin Limpo juga mengatakan Kementan berkomitmen untuk meningkatkan produksi dengan melakukan peningkatan luas tanam jagung sehingga dapat menaikkan pendapatan petani jagung serta diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional. “Dengan tercukupinya kebutuhan jagung juga akan semakin menjauhkan Indonesia dari impor jagung yang merugikan petani,” kata Syahrul.
(dar)
Lihat Juga :