KBI Dorong Peningkatan Transaksi Multirateral
Selasa, 05 Januari 2021 - 16:46 WIB
loading...
KBI merilis data transaksi perdagangan kontrak berjangka komoditi di Jakarta Futures Exchange (JFX) di hari pertama perdagangan tahun 2021. FOTO/dok.KBI
A
A
A
JAKARTA - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) mendorong pertumbuhan Perdagangan Berjangka Komoditi untuk transaksi multilateral. Pasalnya selama ini masih ketinggalan dibandingkan dengan kontrak berjangka lainnya.
"Bappebti akan mendorong termasuk menyiapkan berbagai strategi seperti menjadikan perdagangan multilateral menjadi sesuatu yang menarik bagi investor," ujar Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Sidharta Utama melalui keterangan resminya, di Jakarta, Selasa (5/1/2020).
Baca Juga: KBI Pecahkan Rekor Transaksi Tertinggi Sepanjang Sejarah
Direktur Utama PT KBI Fajar Wibhiyadi mengatakan sesuai dengan khittahnya, perdagangan berjangka komoditi adalah kontrak multilateral. Hal itu menjadi pekerjaan rumah bersama dari semua pemangku kepentingan di industri perdagangan berjangka komoditi, untuk terus melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat terkait transaksi multilateral.
"Sebagai sarana lindung nilai (hedging), kontrak multilateral tentunya akan sangat penting bagi para pelaku ekonomi. Melihat potensi komoditas yang ada di Indonesia, kami optimis kontrak multilateral akan tumbuh dalam waktu-waktu mendatang," kata dia.
KBI baru-baru ini merilis data transaksi perdagangan kontrak berjangka komoditi di Jakarta Futures Exchange (JFX) di hari pertama perdagangan tahun 2021. KBI sendiri merupakan Badan Usaha Milik Negara yang berperan sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi atas perdagangan berjangka komoditi di Jakarta Futures Exchange.
Di perdagangan hari pertama tersebut, terjadi transaksi dengan volume sebanyak 46.603.3 Lot, yang terdiri dari transaksi kontrak Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) sebanyak 46.054.3 Lot dan Kontrak Primer sebanyak 545 Lot. Data dari kbi menyebutkan, sepanjang tahun 2020 volume transaksi Kontrak SPA di JFX mencapai 7.767.855,4 lot, sedangkan Kontrak Primer mencapai 1.678.267 Lot.
"Bappebti akan mendorong termasuk menyiapkan berbagai strategi seperti menjadikan perdagangan multilateral menjadi sesuatu yang menarik bagi investor," ujar Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Sidharta Utama melalui keterangan resminya, di Jakarta, Selasa (5/1/2020).
Baca Juga: KBI Pecahkan Rekor Transaksi Tertinggi Sepanjang Sejarah
Direktur Utama PT KBI Fajar Wibhiyadi mengatakan sesuai dengan khittahnya, perdagangan berjangka komoditi adalah kontrak multilateral. Hal itu menjadi pekerjaan rumah bersama dari semua pemangku kepentingan di industri perdagangan berjangka komoditi, untuk terus melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat terkait transaksi multilateral.
"Sebagai sarana lindung nilai (hedging), kontrak multilateral tentunya akan sangat penting bagi para pelaku ekonomi. Melihat potensi komoditas yang ada di Indonesia, kami optimis kontrak multilateral akan tumbuh dalam waktu-waktu mendatang," kata dia.
KBI baru-baru ini merilis data transaksi perdagangan kontrak berjangka komoditi di Jakarta Futures Exchange (JFX) di hari pertama perdagangan tahun 2021. KBI sendiri merupakan Badan Usaha Milik Negara yang berperan sebagai Lembaga Kliring Penjaminan dan Penyelesaian Transaksi atas perdagangan berjangka komoditi di Jakarta Futures Exchange.
Di perdagangan hari pertama tersebut, terjadi transaksi dengan volume sebanyak 46.603.3 Lot, yang terdiri dari transaksi kontrak Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) sebanyak 46.054.3 Lot dan Kontrak Primer sebanyak 545 Lot. Data dari kbi menyebutkan, sepanjang tahun 2020 volume transaksi Kontrak SPA di JFX mencapai 7.767.855,4 lot, sedangkan Kontrak Primer mencapai 1.678.267 Lot.
Lihat Juga :