Merger dan Akuisisi Perbankan Tingkatkan Daya Saing
Kamis, 07 Januari 2021 - 08:11 WIB
loading...
A
A
A
Terpisah, pengamat perbankan dari Binus University Doddy Ariefianto mengatakan, jumlah bank di Indonesia saat ini masih bisa diefisiensikan karena masih terlalu banyak. Per oktober 2020 saja sudah mencapai 110 bank umum yang beroperasi, 13 di antarnya bank BUKU I dengan modal di bawah Rp1 triliun dan sebanyak 60-an bank ada di BUKU II.
"Jadi kita bicara dimana lebih dari separuhnya sekitar 60%-70% itu bank yang dapat dikatakan tergolong kecil," kata Doddy.
Menurut dia, bisnis bank merupakan bisnis yang heavy capital sehingga untuk survive dan mampu berkembang salah satu caranya adalah mempunyai modal yang besar. "Jadi wacana konsolidasi mengurangi jumlah bank dan menjadikan setiap individu bank menjadi besar itu adalah re-efisiensi industri bank. Saya sendiri welcome ya dengan kebijakan konsolidasi ini, jadi caranya dengan menaikan jumlah modal minimun," beber Doddy.
Dia menegaskan, konsolidasi perbankan juga dibutuhkan agar bisa bersaing di kancah global. Untuk bisa bersaing tentu harus mempunyai modal yang besar sehingga memiliki daya tahan. “Bisnis bank itu merupakan highly regulated salah satu regulasinya adalah mempersyaratkan permodalan yang tebal,” katanya.
Dia mencontohkan jika bisnis selain bank seperti restoran atau supermarket ingin tutup bisa dilakukan kapan saja. Namun tidak bisa dengan bisnis bank yang perlu kehati-hatian jika ingin menutupnya. “Penutupan bank itu bukan hal yang gampang makanya menutup bank itu harus hati hati," jelas dia.
Persaingan Tinggi
Lebih lanjut Doddy mengatakan, dinamika persaingan industri perbankan di Indonesia cukup tinggi. Hal tersebut bisa ditandaian dengan adanya perang suku bunga antar bank.
"Jadi kita bicara dimana lebih dari separuhnya sekitar 60%-70% itu bank yang dapat dikatakan tergolong kecil," kata Doddy.
Menurut dia, bisnis bank merupakan bisnis yang heavy capital sehingga untuk survive dan mampu berkembang salah satu caranya adalah mempunyai modal yang besar. "Jadi wacana konsolidasi mengurangi jumlah bank dan menjadikan setiap individu bank menjadi besar itu adalah re-efisiensi industri bank. Saya sendiri welcome ya dengan kebijakan konsolidasi ini, jadi caranya dengan menaikan jumlah modal minimun," beber Doddy.
Dia menegaskan, konsolidasi perbankan juga dibutuhkan agar bisa bersaing di kancah global. Untuk bisa bersaing tentu harus mempunyai modal yang besar sehingga memiliki daya tahan. “Bisnis bank itu merupakan highly regulated salah satu regulasinya adalah mempersyaratkan permodalan yang tebal,” katanya.
Dia mencontohkan jika bisnis selain bank seperti restoran atau supermarket ingin tutup bisa dilakukan kapan saja. Namun tidak bisa dengan bisnis bank yang perlu kehati-hatian jika ingin menutupnya. “Penutupan bank itu bukan hal yang gampang makanya menutup bank itu harus hati hati," jelas dia.
Persaingan Tinggi
Lebih lanjut Doddy mengatakan, dinamika persaingan industri perbankan di Indonesia cukup tinggi. Hal tersebut bisa ditandaian dengan adanya perang suku bunga antar bank.
Lihat Juga :