Ekspor Pertanian Naik Ditopang Sawit Bukan yang Disubsidi, Jokowi: Hati-hati

Senin, 11 Januari 2021 - 15:39 WIB
loading...
Ekspor Pertanian Naik...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan untuk berhati-hati, meskipun ekspor pertanian menunjukkan tren peningkatan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan untuk berhati-hati, meskipun ekspor pertanian menunjukkan tren peningkatan. Menurutnya ekspor produk pertanian naik ditopang oleh komoditas sawit, sedangkan komoditas lain yang mendapat subsidi malah tidak memberikan kontribusi terhadap kinerja ekspor pertanian.

“Saya sangat menghargai ini adalah pertumbuhan yang baik di sektor pertanian, terutama ekspornya. Tetapi juga ingat, ekspor kelihatan tinggi itu berasal dari yang banyak, berasal dari sawit, betul Pak Menko? Hati-hati, bukan dari tadi, bukan dari komoditas-komoditas lain yang sudah kita suntik dengan subsidi-subsidi yang ada,” kata Presiden Jokowi saat membuka rakernas pembangunan pertanian di Istana Negara, Senin (11/1/2021).

(Baca Juga: Ekspor Pertanian dan Perkebunan Tembus Rp300 Triliun )

Karenanya, Jokowi meminta seluruh menteri mengevaluasi pemberian subsidi pupuk. Termasuk juga mengevaluasi kinerja sektor pertanian. Pada kesempatan itu Jokowi juga sempat mempertanyakan hasil dari subsidi pupuk yang besar mencapai Rp.33 triliun. “Rp33 triliun. Saya tanya kembaliannya apa? 5 tahun berapa? 10 tahun berapa triliun? Kalau 10 tahun sudah Rp330 triliun,” ujarnya.

Dia mengatakan, bahwa angka itu besar sekali sehingga menurutnya perlu ada evaluasi terkait hal ini. “Bapak dan ibu angka itu besar sekali. Artinya tolong ini dievaluasi ini ada yang salah. Saya sudah berkali-kali meminta ini,” ungkapnya.

(Baca Juga: Ini Jurus Jokowi Tekan Impor Jutaan Ton Kedelai hingga Jagung )

Jokowi menyebutkan, bahwa pembangunan pertanian perlu lebih serius secara detail. Terutama berkaitan dengan komoditas pertanian yang masih impor. “Kedelai hati-hati, jagung hati-hati, gula hati-hati. Ini yang masih jutaan-jutaan, jutaan ton. Bawang putih, beras. Meskipun ini sudah hampir 2 tahun kita enggak impor beras, saya mau lihat betul di lapangannya apakah bener bisa konsisten di tahun-tahun mendatang,” tuturnya.

“Tapi yang tadi saya sampaikan barang-barang ini harus diselesaikan urusan, bawang putih, gula, jagung, kedelai dan komoditas lain yang masih impor tolong jadi catatan dan segera dicarikan desain yang baik agar bisa kita selesaikan,” pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Garudafood dan Pemkab...
Garudafood dan Pemkab Sumedang Jalin Kemitraan Strategis Pengembangan Pertanian Kacang Tanah
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Waka MPR Ibas: Kelancaran...
Waka MPR Ibas: Kelancaran Irigasi Kunci Sukses Ketahanan Pangan Nasional
Rekomendasi
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Berita Terkini
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved