Pakar Logistik: Program Langit Biru Pilihan Tepat Sektor Usaha
Senin, 11 Januari 2021 - 23:59 WIB
loading...
Pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan oktan lebih tinggi, tentunya memberikan dampak positif bagi sektor usaha karena dapat menekan biaya perawatan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan oktan lebih tinggi, tentunya memberikan dampak positif bagi sektor usaha karena dapat menekan biaya perawatan. Pakar logistik Univeritas Padjadjaran Bandung, Ina Primiana menilai Program Langit Biru (PLB) Pertamina di berbagai wilayah termasuk Jawa Barat, turut membantu masyarakat dan sektor usaha dalam menekan biaya produksi.
"Sangat tepat, apalagi saat pandemi di mana daya beli menurun. Masyarakat sangat terbantu. Sedangkan sektor usaha, termasuk sektor penumpang dan transportasi logistik yang menggunakan bensin, bisa menekan biaya produksi termasuk maintenance karena penggunaan BBM yang lebih berkualitas," kata Ina di Jakarta, Senin (11/1/2021).
(Baca Juga: Program Langit Biru untuk Lingkungan Lebih Baik )
Dalam situasi pandemi, lanjutnya, masyarakat dan sektor usaha sangat berhitung soal biaya, karena roda ekonomi belum sepenuhnya pulih dan bahkan ada kecenderungan kembali melambat. Termasuk di antaranya, karena pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa dan Bali awal Januari 2021.
Menurut dia, situasi sekarang memang sulit bagi industri angkutan barang dan penumpang. Meski mulai meningkat, angkutan logistik juga belum pulih karena kapasitas produksi menurun sehingga tidak ada barang yang diangkut sedangkan angkutan penumpang juga masih dibatasi social distancing.
Dengan demikian, tambahnya, PLB bisa menjadi pilihan bagi industri sektor transportasi dan logistik , karena mereka bisa berhitung, mana yang lebih murah untuk pengiriman barang-barangnya.
"Setiap perusahaan tentu memiliki anggaran maintenance. Dengan demikian mereka juga bisa berhitung, bahwa BBM dengan oktan lebih tinggi tentu berpengaruh positif terhadap perawatan kendaraan," katanya.
"Sangat tepat, apalagi saat pandemi di mana daya beli menurun. Masyarakat sangat terbantu. Sedangkan sektor usaha, termasuk sektor penumpang dan transportasi logistik yang menggunakan bensin, bisa menekan biaya produksi termasuk maintenance karena penggunaan BBM yang lebih berkualitas," kata Ina di Jakarta, Senin (11/1/2021).
(Baca Juga: Program Langit Biru untuk Lingkungan Lebih Baik )
Dalam situasi pandemi, lanjutnya, masyarakat dan sektor usaha sangat berhitung soal biaya, karena roda ekonomi belum sepenuhnya pulih dan bahkan ada kecenderungan kembali melambat. Termasuk di antaranya, karena pemberlakuan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa dan Bali awal Januari 2021.
Menurut dia, situasi sekarang memang sulit bagi industri angkutan barang dan penumpang. Meski mulai meningkat, angkutan logistik juga belum pulih karena kapasitas produksi menurun sehingga tidak ada barang yang diangkut sedangkan angkutan penumpang juga masih dibatasi social distancing.
Dengan demikian, tambahnya, PLB bisa menjadi pilihan bagi industri sektor transportasi dan logistik , karena mereka bisa berhitung, mana yang lebih murah untuk pengiriman barang-barangnya.
"Setiap perusahaan tentu memiliki anggaran maintenance. Dengan demikian mereka juga bisa berhitung, bahwa BBM dengan oktan lebih tinggi tentu berpengaruh positif terhadap perawatan kendaraan," katanya.
Lihat Juga :