Investasi Sektor ESDM Terburuk dalam 10 Tahun Terakhir Jadi Sorotan
Selasa, 12 Januari 2021 - 15:09 WIB
loading...
Investasi sektor ESDM yang hanya mencapai USD24,4 miliar di 2020 menjadi sorotan karena terbilang paling buruk selama 10 tahun terakhir. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR Mulyanto menyoroti minimnya realisasi investasi sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) tahun 2020. Realisasi investasi sektor ESDM di 2020 yang senilai USD24,4 miliar itu dinilai sebagai capaian terburuk dalam 10 tahun terakhir.
Sebagai gambaran, capaian investasi sektor ESDM di tahun 2018 mencapai USD32,9 miliar dan di tahun 2019 naik menjadi sebesar USD33,2 miliar.
(Baca Juga: Investasi Migas Turun, Investor Masih Tunggu Status SKK Migas)
"Kami cukup prihatin membaca laporan realisasi investasi ESDM tahun 2020 yang dirilis secara resmi oleh Kementerian ESDM. Bagi kami minimnya realisasi investasi ESDM tahun 2020 mengonfirmasi adanya kinerja yang kurang optimal dalam mengelola bidang ESDM di tengah pandemi Covid-19. Padahal investasi di bidang ini diharapkan mampu mendongkrak penerimaan negara yang ujungnya dapat meminimalisasi defisit anggaran," tegas Mulyanto di Jakarta, Selasa(12/1/2021).
Berdasarkan data yang dimiliki, Mulyanto menyebut, realisasi investasi ESDM selama 10 tahun belakangan ini relatif minim. Untuk itu Mulyanto minta pemerintah lebih serius menyusun rencana kerja pengelolaan bidang ESDM. Jika hal tersebut tidak diperhatikan dari sekarang, Mulyanto khawatir, pendapatan negara dari sektor migas dan minerba akan terus merosot. "Tentu ini sangat berbahaya bagi stabilitas makro ekonomi kita," tegasnya.
Sebagai gambaran, capaian investasi sektor ESDM di tahun 2018 mencapai USD32,9 miliar dan di tahun 2019 naik menjadi sebesar USD33,2 miliar.
(Baca Juga: Investasi Migas Turun, Investor Masih Tunggu Status SKK Migas)
"Kami cukup prihatin membaca laporan realisasi investasi ESDM tahun 2020 yang dirilis secara resmi oleh Kementerian ESDM. Bagi kami minimnya realisasi investasi ESDM tahun 2020 mengonfirmasi adanya kinerja yang kurang optimal dalam mengelola bidang ESDM di tengah pandemi Covid-19. Padahal investasi di bidang ini diharapkan mampu mendongkrak penerimaan negara yang ujungnya dapat meminimalisasi defisit anggaran," tegas Mulyanto di Jakarta, Selasa(12/1/2021).
Berdasarkan data yang dimiliki, Mulyanto menyebut, realisasi investasi ESDM selama 10 tahun belakangan ini relatif minim. Untuk itu Mulyanto minta pemerintah lebih serius menyusun rencana kerja pengelolaan bidang ESDM. Jika hal tersebut tidak diperhatikan dari sekarang, Mulyanto khawatir, pendapatan negara dari sektor migas dan minerba akan terus merosot. "Tentu ini sangat berbahaya bagi stabilitas makro ekonomi kita," tegasnya.
Lihat Juga :