Pemerintah Dengerin Nih, Insentif Migas Belum Cukup Menarik Bagi Investor
Selasa, 12 Januari 2021 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
"Contohnya Aramco sudah tidak mau lagi membangun kilang minyak bersama Pertamina tetapi mereka akan membangun kilang minyak di Malaysia bersama Petronas. Itu kan bisa melihat kenapa mereka lebih memilih Malaysia daripada Indonesia," ungkapnya.
(Baca Juga: Lima Jurus Fiskal agar Investasi Migas Kian Luber )
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, pemerintah sudah memberikan banyak insentif dan juga kemudahan investasi di Indonesia. Hal ini pun terlihat dari indeks investasi Indonesia yang mulai membaik terutama di sektor migas.
Meski begitu, memang perlu ada perbaikan regulasi dan lebih banyak insentif agar bisa lebih menarik di mata investor. "Pemerintah sedang berupaya memperbaiki iklim investasi migas. Dengan kondisi yang sedang kita hadapi saat ini, produksi minyak terus turun dan permintaan meningkat maka investasi menjadi hal yang harus dilakukan," tuturnya.
(Baca Juga: Lima Jurus Fiskal agar Investasi Migas Kian Luber )
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, pemerintah sudah memberikan banyak insentif dan juga kemudahan investasi di Indonesia. Hal ini pun terlihat dari indeks investasi Indonesia yang mulai membaik terutama di sektor migas.
Meski begitu, memang perlu ada perbaikan regulasi dan lebih banyak insentif agar bisa lebih menarik di mata investor. "Pemerintah sedang berupaya memperbaiki iklim investasi migas. Dengan kondisi yang sedang kita hadapi saat ini, produksi minyak terus turun dan permintaan meningkat maka investasi menjadi hal yang harus dilakukan," tuturnya.
(akr)
Lihat Juga :