Produk Otomotif RI Digetok Safeguard oleh Filipina, Ini Tanggapan Menperin
Selasa, 12 Januari 2021 - 17:31 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, industri otomotif global memiliki global value chain yang tinggi, sehingga perbedaan harga antarnegara relatif rendah. Dalam hal ini, Indonesia diuntungkan karena saat ini telah mampu mengekspor produk otomotif ke lebih dari 80 negara dengan jumlah rata-rata 200.000 unit per tahun. "Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia makin terintegrasi dengan pasar dunia," imbuhnya.
(Baca Juga: Asa Insentif Industri Automotif di Tengah Pandemi Corona)
Pada Januari hingga November 2020, Indonesia telah mengapalkan sebanyak 206.685 unit kendaraan Completely Build Up (CBU), 46.446 unit Completely Knock Down (CKD), serta 53,6 juta komponen kendaraan.
Menperin menekankan bahwa Filipina harus membuktikan bahwa memang terjadi tekanan pada industri otomotif di Filipina akibat impor produk sejenis dari Indonesia, sehingga perlu mengambil kebijakan penerapan safeguard bagi produk impor dari Indonesia. "Ini karena penerapan safeguard memiliki konsekuensi di WTO," pungkasnya.
(Baca Juga: Asa Insentif Industri Automotif di Tengah Pandemi Corona)
Pada Januari hingga November 2020, Indonesia telah mengapalkan sebanyak 206.685 unit kendaraan Completely Build Up (CBU), 46.446 unit Completely Knock Down (CKD), serta 53,6 juta komponen kendaraan.
Menperin menekankan bahwa Filipina harus membuktikan bahwa memang terjadi tekanan pada industri otomotif di Filipina akibat impor produk sejenis dari Indonesia, sehingga perlu mengambil kebijakan penerapan safeguard bagi produk impor dari Indonesia. "Ini karena penerapan safeguard memiliki konsekuensi di WTO," pungkasnya.
(fai)
Lihat Juga :