Sah! UKM Akan Suplai Kebutuhan Jamaah Haji dan Umroh

loading...
Sah! UKM Akan Suplai Kebutuhan Jamaah Haji dan Umroh
Pameran produk UMKM di Mal di Jakarta. Foto/Dok Okezone/Arif Julianto
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (MenKop UKM) Teten Masduki mengapresiasi langkah konkret kerja sama Kementerian Perdagangan (Kemendag), KemenkopUKM, Kementerian Agama (Kemenag), dan juga Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama tentang Optimalisasi Peran UKM dalam Memenuhi Kebutuhan Jamaah Haji dan Umroh.

"Ini saya kira satu bentuk keberpihakan kita semua untuk pengembangan ekspor produk UMKM ke Timur Tengah. Saya kira kerja sama ini bentuk optimisme di awal tahun yang menunjukkan bahwa UMKM tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai," ujar Teten di Jakarta, Rabu (13/1/2021).

KemenkopUKM mendorong partisipasi UMKM dalam memenuhi kebutuhan jamaah Haji dan Umroh sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional, di mana UKM mendapatkan pasar yang lebih luas.

(Baca juga: Kontribusi Ekspor UMKM Diproyeksi Naik Jadi 15,12 Persen di 2021 )



"Ini adalah bagian dari kolaborasi yang dilakukan, antara lain dari dukungan pembiayaan, pelatihan, standarisasi dan sertifikasi produk, kurasi produk, dan juga promosi, termasuk akses terhadap pasar sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja," jelas Teten.

Sebagai permulaan, terdapat 5 item produk yang akan disuplai oleh UMKM asal Indonesia yaitu sambal, kecap, kopi, teh, dan gula. "Diharapkan UMKM mampu maklum dengan nama bersama +62 sebagai identitas UKM asal Indonesia yang diwadahi sebagai sub kontrak di Saudi Arabia yaitu PT Sarana Portal Indonesia," tambahnya.

Langkah kolaborasi ini, menurut Teten, merupakan kunci sukses memajukan UKM Indonesia. Dia berharap kolaborasi antara Kementerian/Lembaga (K/L) bersama Kadin Indonesia akan terus berlanjut demi kemajuan UMKM.



"Saya kira juga banyak TKI di luar negeri, baik di Hongkong dan juga di negara-negara lainnya dimana kita bisa menyuplai kebutuhan mereka sehari-hari seperti makanan dan pakaian dari Indonesia," ungkapnya.

(Baca juga: Polres Batu Bara Gagalkan Pengiriman 17 TKI Ilegal ke Malaysia )

Teten mengatakan, ini merupakan satu konvensi yang besar dan bisa menjadi entry point Indonesia untuk masuk ke pasar luar negeri dari produk-produk UMKM terutama produk kuliner.

"Terima kasih atas dukungannya. Mari kita bersama-sama mempersiapkan UMKM Indonesia bangkit dan berdaya saing di pasar domestik dan global," pungkasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top