TBIG Turut Andil Meretas Batas Komunikasi Daerah 3T
Rabu, 13 Januari 2021 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
Seringkali kendala angkutan Kapal Besar juga menjadi kendala, material pembangunan tower telekomunikasi hanya dapat diangkut dengan menggunakan speed boat dengan kapasitas terbatas, dan kendala di pulau tujuan dengan tidak adanya pelabuhan dan tranportasi darat yang memadai (roda empat dan roda dua). Material harus dilangsir secara manual dengan tenaga manusia dari bibir pantai sampai dengan ke masing-masing site.
Andre Rusdi memaparkan, untuk daerah tertimur Indonesia, Papua memiliki tantangannya sendiri, panjangnya perjalanan darat yang harus ditempuh (kurang lebih 6 jam perjalanan) untuk membawa material dengan kondisi jalan yang masih berupa jalan tanah, rusak dan berlumpur. Perjalanan tersebut hanya dapat diakses pada saat cuaca cerah, apabila musim penghujan jalan sudah tidak dapat dilalui karena dalamnya lumpur.
Dukung Jaringan Operator Milik Telkomsel
General Manager Network Operation & Quality Management Regional Sulawesi Telkomsel Muhammad Idham Kadir menuturkan, Telkomsel paling Indonesia yang merupakan komitmen Telkomsel untuk menghadirkan jaringan broadband di seluruh pelosok tanah air mendapat dukungan sepenuhnya dari TBIG sebagai salah satu mitra Telkomsel dengan pembangunan Menara Telekomunikasi sampai dengan wilayah-wilayah 3T. Kolaborasi tidak terbatas pada pembangunan Menara/infrastructure tapi juga “after sales” dalam hal ini supporting daily operational
Dia menyebutkan, beberapa daerah yang berkolaborasi dengan TBIG yakni, TBIG Falabisahaya Sept 2018 di Mangoli Utara kepulauan Sula yang sebelumnya terisolasi dari jaringan telekomunikasi, saat ini sekitar 3300an subs dapat menikmati akses komunikasi walaupun masih belum Broadband karena masih menggunakan transmisi satelit (target S1-2021 akan diaktifkan jaringan broadband).
Baca Juga: Trafik Data Telkomsel di Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 Melonjak, Ini Rinciannya
Lalu, TBIG Kodrakel Maret 2012 di Kepulauan Talaud, membuka akses informasi/telekomunikasi warga Kabaruang Island yang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia Timur. Ada juga TBIG Labengki Aug 2018 di Labengki Island, dengan hadirnya layanan Telkomsel, masyarakat local tidak lagi terisolasi, informasi mengalir begitu cepat dan mereka bisa mempromosikan keindahan areanya yang pastinya akan berpengaruh terhadap productivitas dan perekenomian masyarakat setempat.
“Kecepatan implementasi dan support after sales sangat penting untuk Telkomsel dalam misinya menggelar akses broadband ke seluruh pelosok tanah air tidak terbatas pada wilayah 3T, TBG salah satu provider yang cukup cepat dalam mendeliver kebutuhan Tower oleh Telkomsel,”paparnya.
Idham menuturkan, untuk di area Regional Sulawesi sudah bekerja sama sejak
Tahun 2010 atau kurang lebih 10 tahun Telkomsel bermitra dengan TBIG di Sulawesi dan kepulauan Maluku. Kecepatan pembangunan infrastructure dan after sales adalah key factor kesuksesan partnership Telkomsel dan vendor provider dalam hal ini salah satunya adalah TBIG.
“Ada sekitar 700-an tower TBIG di area Sulawesi dan yang mengcover daerah 3T sekitar 100 site,”pungkasnya.
Andre Rusdi memaparkan, untuk daerah tertimur Indonesia, Papua memiliki tantangannya sendiri, panjangnya perjalanan darat yang harus ditempuh (kurang lebih 6 jam perjalanan) untuk membawa material dengan kondisi jalan yang masih berupa jalan tanah, rusak dan berlumpur. Perjalanan tersebut hanya dapat diakses pada saat cuaca cerah, apabila musim penghujan jalan sudah tidak dapat dilalui karena dalamnya lumpur.
Dukung Jaringan Operator Milik Telkomsel
General Manager Network Operation & Quality Management Regional Sulawesi Telkomsel Muhammad Idham Kadir menuturkan, Telkomsel paling Indonesia yang merupakan komitmen Telkomsel untuk menghadirkan jaringan broadband di seluruh pelosok tanah air mendapat dukungan sepenuhnya dari TBIG sebagai salah satu mitra Telkomsel dengan pembangunan Menara Telekomunikasi sampai dengan wilayah-wilayah 3T. Kolaborasi tidak terbatas pada pembangunan Menara/infrastructure tapi juga “after sales” dalam hal ini supporting daily operational
Dia menyebutkan, beberapa daerah yang berkolaborasi dengan TBIG yakni, TBIG Falabisahaya Sept 2018 di Mangoli Utara kepulauan Sula yang sebelumnya terisolasi dari jaringan telekomunikasi, saat ini sekitar 3300an subs dapat menikmati akses komunikasi walaupun masih belum Broadband karena masih menggunakan transmisi satelit (target S1-2021 akan diaktifkan jaringan broadband).
Baca Juga: Trafik Data Telkomsel di Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 Melonjak, Ini Rinciannya
Lalu, TBIG Kodrakel Maret 2012 di Kepulauan Talaud, membuka akses informasi/telekomunikasi warga Kabaruang Island yang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia Timur. Ada juga TBIG Labengki Aug 2018 di Labengki Island, dengan hadirnya layanan Telkomsel, masyarakat local tidak lagi terisolasi, informasi mengalir begitu cepat dan mereka bisa mempromosikan keindahan areanya yang pastinya akan berpengaruh terhadap productivitas dan perekenomian masyarakat setempat.
“Kecepatan implementasi dan support after sales sangat penting untuk Telkomsel dalam misinya menggelar akses broadband ke seluruh pelosok tanah air tidak terbatas pada wilayah 3T, TBG salah satu provider yang cukup cepat dalam mendeliver kebutuhan Tower oleh Telkomsel,”paparnya.
Idham menuturkan, untuk di area Regional Sulawesi sudah bekerja sama sejak
Tahun 2010 atau kurang lebih 10 tahun Telkomsel bermitra dengan TBIG di Sulawesi dan kepulauan Maluku. Kecepatan pembangunan infrastructure dan after sales adalah key factor kesuksesan partnership Telkomsel dan vendor provider dalam hal ini salah satunya adalah TBIG.
“Ada sekitar 700-an tower TBIG di area Sulawesi dan yang mengcover daerah 3T sekitar 100 site,”pungkasnya.
(agn)
Lihat Juga :