Sikap Tegas Pemerintah Ditunggu Soal Banjir Baja Impor
Rabu, 13 Januari 2021 - 23:08 WIB
loading...
A
A
A
“Pemerintah China memberikan dopping habis-habisan kepada industri. Ini terjadi karena over supply baja di China, setelah AS yang sebelumnya dibanjiri baja China memberlakukan berbagai macam barrier dan tarif tinggi,” kata Enny.
Baca Juga: Baja Impor Ancam Produk Lokal, Ini Kata Pengusaha Jasa Konstruksi
Karena dukungan masif itulah, lanjut Enny, tak heran jika produk-produk baja China bisa berharga rendah dan tidak wajar (unfair trade), termasuk ketika membanjiri Indonesia. “Makanya jika Pemerintah memberikan proteksi seperti Anti Dumping dan Safeguard diberikan, justru untuk fairness, agar seimbang,” jelasnya.
Seperti diberitakan media, baja China memang membanjiri berbagai negara di Asia dengan harga sangat murah. Hal itu dipicu kenaikan produksi baja di China namun pada saat bersamaan, permintaan domestik justru menurun. Akibatnya, beberapa negara melakukan kebijakan untuk melindungi industri baja dalam negeri .
Pemerintah Malaysia misalnya, melakukan anti dumping barrier untuk produk baja lapis aluminium dari China sebesar 2,8-18,18% hingga Desember 2025. Kebijakan anti dumping juga diterapkan Vietnam sejak 28 Desember lalu selama lima tahun.
Baca Juga: Baja Impor Ancam Produk Lokal, Ini Kata Pengusaha Jasa Konstruksi
Karena dukungan masif itulah, lanjut Enny, tak heran jika produk-produk baja China bisa berharga rendah dan tidak wajar (unfair trade), termasuk ketika membanjiri Indonesia. “Makanya jika Pemerintah memberikan proteksi seperti Anti Dumping dan Safeguard diberikan, justru untuk fairness, agar seimbang,” jelasnya.
Seperti diberitakan media, baja China memang membanjiri berbagai negara di Asia dengan harga sangat murah. Hal itu dipicu kenaikan produksi baja di China namun pada saat bersamaan, permintaan domestik justru menurun. Akibatnya, beberapa negara melakukan kebijakan untuk melindungi industri baja dalam negeri .
Pemerintah Malaysia misalnya, melakukan anti dumping barrier untuk produk baja lapis aluminium dari China sebesar 2,8-18,18% hingga Desember 2025. Kebijakan anti dumping juga diterapkan Vietnam sejak 28 Desember lalu selama lima tahun.
(akr)
Lihat Juga :