Masyarakat Beri Nilai Baik Bagi Pelayanan dan Penindakan Bareskrim di 2020
Jum'at, 15 Januari 2021 - 16:22 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Persepsi pelayanan penegakan hukum di Indonesia masih sering mendapat stigma negatif. Hal ini disebabkan masih sedikitnya orang yang mengetahui adanya perbaikan dalam SDM, proses dan prasarana pelayanan penegakan hukum. Masyarakat yang pernah memiliki pengalaman melakukan pengaduan atau layanan dari penegak hukum di Indonesia tentu memiliki perspektif berbeda dibandingkan dengan yang belum pernah merasakannya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana membandingkan persepsi secara umum dengan kepuasan pengguna layanan. Salah satu pelayanan terkait penegakan hukum yang digunakan oleh publik adalah layanan penegakan hukum dari Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim POLRI).
MarkPlus, Inc. melalui unit kerja Government & Public Services (GPS) melakukan survei pada 19 November 2020 sampai dengan 3 Desember 2020 untuk memberikan gambaran bagi institusi pemerintahan sebagai bahan evaluasi kinerja kedepannya. Survei ini menggunakan skema online survey untuk persepsi publik dengan margin of error sebesar 2,13% dan Computer Assisted Telephone Interview (CATI) untuk kepuasan pengguna layanan dengan margin of error sebesar 5,23%. Kedua survei ini menggunakan skala penilaian satu hingga enam, di mana skala satu berarti sangat buruk dan enam sangat baik.
Hasil survei yang dilakukan kepada 351 responden lintas usia di seluruh Indonesia yang pernah menerima layanan Bareskrim dalam kurun waktu 2018 hingga 2020 ini menunjukan tingginya kepuasan pelayanan dari masyarakat. Kepuasan ini meliputi aspek pelayanan secara umum, kompetensi dan sikap SDM dalam pelayanan, serta sarana dan prasarana pendukung layanan. Hasil survei kepuasan pelayanan Bareskrim mencapai angka 4,85 di mana responden menilai pelayanan Bareskrim berada pada skala baik.
“Sikap dan perilaku SDM di Bareskrim dinilai paling baik diantara aspek lainnya dengan skor 5,12. Diikuti oleh kompetensi SDM dalam pelayanan sebesar 4,96 dan sarana prasarana pendukung layanan 4,88,” papar Deputy Chairman MarkPlus, Inc. Taufik dalam press conference secara virtual di Jakarta, Jumat (15/1/2021).
Baca Juga: Bos BI Sebut Ada 3 Reformasi Pembayaran Indonesia
MarkPlus, Inc. melalui unit kerja Government & Public Services (GPS) melakukan survei pada 19 November 2020 sampai dengan 3 Desember 2020 untuk memberikan gambaran bagi institusi pemerintahan sebagai bahan evaluasi kinerja kedepannya. Survei ini menggunakan skema online survey untuk persepsi publik dengan margin of error sebesar 2,13% dan Computer Assisted Telephone Interview (CATI) untuk kepuasan pengguna layanan dengan margin of error sebesar 5,23%. Kedua survei ini menggunakan skala penilaian satu hingga enam, di mana skala satu berarti sangat buruk dan enam sangat baik.
Hasil survei yang dilakukan kepada 351 responden lintas usia di seluruh Indonesia yang pernah menerima layanan Bareskrim dalam kurun waktu 2018 hingga 2020 ini menunjukan tingginya kepuasan pelayanan dari masyarakat. Kepuasan ini meliputi aspek pelayanan secara umum, kompetensi dan sikap SDM dalam pelayanan, serta sarana dan prasarana pendukung layanan. Hasil survei kepuasan pelayanan Bareskrim mencapai angka 4,85 di mana responden menilai pelayanan Bareskrim berada pada skala baik.
“Sikap dan perilaku SDM di Bareskrim dinilai paling baik diantara aspek lainnya dengan skor 5,12. Diikuti oleh kompetensi SDM dalam pelayanan sebesar 4,96 dan sarana prasarana pendukung layanan 4,88,” papar Deputy Chairman MarkPlus, Inc. Taufik dalam press conference secara virtual di Jakarta, Jumat (15/1/2021).
Baca Juga: Bos BI Sebut Ada 3 Reformasi Pembayaran Indonesia
Lihat Juga :