Kementan Dorong Penyuluh Pertanian Terus Ikuti Pelatihan dan Pendidikan
Sabtu, 16 Januari 2021 - 13:58 WIB
loading...
A
A
A
“Bu Nurlena di BPP Pemangkat dan Pak Muslihin di BPP Lambanapu, inshaa Allah segera terealisasi Sarpras IT-nya tahun ini melalui Dana Alokasi Khusus atau DAK,” kata Leli Nuryati setelah koordinasi dengan Koordinator Substansi Penyelenggaraan Penyuluhan, Joko Samiyono.Sementara kepada Yuslihardi dari Distan Kota Bima di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sesba Siti Munifah memastikan bahwa aplikasi Krisna masih 'mengunci' alokasi DAK tahun 2020 untuk tingkat kota, karena bukan wewenang Kementan melainkan di bawah kendali Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Terkait kebutuhan benih kedelai yang dibutuhkan petani di Kabupaten Bengkayang khususnya di bawah koordinasi BPP Tujuhbelas, Siti Munifah akan koordinasi dengan Ditjen Tanaman Pangan Kementan, untuk memastikan apakah Bengkayang termasuk kabupaten yang mendapat alokasi benih kedelai.
“Kalau belum masuk alokasi dari Ditjen Tanaman Pangan, Pak Musta'an segera usulkan kepada Distan Bengkayang untuk segera mengajukan kebutuhannya ke Kementan. Ini instruksi Presiden Jokowi dan Mentan agar pusat dan daerah sama-sama mengembangkan kedelai agar kita tidak lagi tergantung impor,” kata Siti Munifah.
Kapusluh Leli Nuryati pun menjawab kebutuhan mesin pengering (dryer) seperti dikemukakan Nurlena dari BPP Pemangkat di Sambas, Kalbar bahwa BPPSDMP telah koordinasi dengan Ditjen Sarana dan Prasarana (PSP Kementan) bahwa tahun ini dialokasikan Kredit Usaha Rakyat untuk Alat dan Mesin Pertanian (KUR Alsintan) setiap provinsi mendapat alokasi Rp1 triliun pada 2021.
“Total KUR untuk 2021 mencapai Rp84 triliun. Rp50 triliun bagi KUR Mikro maksimal Rp50 juta dan KUR Supermikro maksimal Rp10 juta untuk petani. Nah untuk dryer, bisa diusulkan dalam kategori KUR Kecil, maksimal Rp500 juta,” kata Leli Nuryati.
Hal itu menjawab kebutuhan petani di Kecamatan Pemangkat yang berupaya menjual beras, bukan gabah, dari potensi lahan sawah 2.370 hektare dengan IP200. Menurut Nurlena, produksi beras di penggilingan (rice milling unit/RMU) kerap terkendala kegiatan pengeringan padahal kapasitas RMU milik petani mencapai 25 ton per bulan, sehingga sangat membutuhkan mesin dryer.
“Kami ingin mendukung insruksi Presiden dan Mentan agar tidak lagi jual gabah, tapi beras. Semoga tahun ini, mesin dryer bisa terealisasi setelah tiga kali mengajukan bantuan ke pusat,” kata Nurlena.
Terkait kebutuhan benih kedelai yang dibutuhkan petani di Kabupaten Bengkayang khususnya di bawah koordinasi BPP Tujuhbelas, Siti Munifah akan koordinasi dengan Ditjen Tanaman Pangan Kementan, untuk memastikan apakah Bengkayang termasuk kabupaten yang mendapat alokasi benih kedelai.
“Kalau belum masuk alokasi dari Ditjen Tanaman Pangan, Pak Musta'an segera usulkan kepada Distan Bengkayang untuk segera mengajukan kebutuhannya ke Kementan. Ini instruksi Presiden Jokowi dan Mentan agar pusat dan daerah sama-sama mengembangkan kedelai agar kita tidak lagi tergantung impor,” kata Siti Munifah.
Kapusluh Leli Nuryati pun menjawab kebutuhan mesin pengering (dryer) seperti dikemukakan Nurlena dari BPP Pemangkat di Sambas, Kalbar bahwa BPPSDMP telah koordinasi dengan Ditjen Sarana dan Prasarana (PSP Kementan) bahwa tahun ini dialokasikan Kredit Usaha Rakyat untuk Alat dan Mesin Pertanian (KUR Alsintan) setiap provinsi mendapat alokasi Rp1 triliun pada 2021.
“Total KUR untuk 2021 mencapai Rp84 triliun. Rp50 triliun bagi KUR Mikro maksimal Rp50 juta dan KUR Supermikro maksimal Rp10 juta untuk petani. Nah untuk dryer, bisa diusulkan dalam kategori KUR Kecil, maksimal Rp500 juta,” kata Leli Nuryati.
Hal itu menjawab kebutuhan petani di Kecamatan Pemangkat yang berupaya menjual beras, bukan gabah, dari potensi lahan sawah 2.370 hektare dengan IP200. Menurut Nurlena, produksi beras di penggilingan (rice milling unit/RMU) kerap terkendala kegiatan pengeringan padahal kapasitas RMU milik petani mencapai 25 ton per bulan, sehingga sangat membutuhkan mesin dryer.
“Kami ingin mendukung insruksi Presiden dan Mentan agar tidak lagi jual gabah, tapi beras. Semoga tahun ini, mesin dryer bisa terealisasi setelah tiga kali mengajukan bantuan ke pusat,” kata Nurlena.
(dar)
Lihat Juga :