Terungkap! Ada Holding BUMN UMKM Usai BRI, PNM & Pegadaian Dilebur
Senin, 18 Januari 2021 - 12:54 WIB
loading...
A
A
A
Senada, Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Agus Eko Nugroho menyebut, sinergi BUMN untuk pemberdayaan UMKM berpotensi besar meningkatkan indeks inklusi keuangan masyarakat. Keberadaan holding ini juga bisa membuka akses terhadap UMKM yang selama ini belum terjangkau layanan keuangan dari bank (unbankable), jika dalam praktiknya holding ini optimal mensinergikan BUMN dengan lembaga keuangan mikro, menciptakan skema tabungan untuk mobilisasi pendapatan UMKM, dan investor skala kecil.
“Kalau semuanya ini berhasil, sangat mungkin kehadiran holding BUMN ini dapat meningkatkan indeks keuangan inklusif dan akses pada unbanklable,” tutur Agus.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, saat ini baru 11,11 persen pelaku UMKM yang bisa mengakses layanan lembaga pembiayaan. Penciptaan akses pembiayaan yang mudah dan murah bagi UMKM harus terus didorong agar pelaku usaha kecil dapat segera bangkit dan mendorong perekonomian nasional pasca pandemi Covid-19.
Ihwal wacana pembentukan holding untuk UMKM memang mencuat sejak akhir 2019. Kemudian, pada 2020 rencana ini kembali menguat pasca BUMN Erick Thohir berkali-kali menyebut bahwa dalam waktu dekat akan ada pembentukan holding pemberdayaan UMKM melibatkan BRI, Pegadaian, dan PNM.
Pada pertengahan Desember 2020, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut langkah pemerintah mengonsolidasikan BRI, PNM, dan Pegadaian salah satunya untuk membuat pendataan terpadu UMKM dan ultra mikro. Pendataan terpadu bisa menjadi jalan masuk untuk meningkatkan kelas pengusaha ultra mikro, mikro, dan kecil di Indonesia.
“Kalau semuanya ini berhasil, sangat mungkin kehadiran holding BUMN ini dapat meningkatkan indeks keuangan inklusif dan akses pada unbanklable,” tutur Agus.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, saat ini baru 11,11 persen pelaku UMKM yang bisa mengakses layanan lembaga pembiayaan. Penciptaan akses pembiayaan yang mudah dan murah bagi UMKM harus terus didorong agar pelaku usaha kecil dapat segera bangkit dan mendorong perekonomian nasional pasca pandemi Covid-19.
Ihwal wacana pembentukan holding untuk UMKM memang mencuat sejak akhir 2019. Kemudian, pada 2020 rencana ini kembali menguat pasca BUMN Erick Thohir berkali-kali menyebut bahwa dalam waktu dekat akan ada pembentukan holding pemberdayaan UMKM melibatkan BRI, Pegadaian, dan PNM.
Pada pertengahan Desember 2020, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut langkah pemerintah mengonsolidasikan BRI, PNM, dan Pegadaian salah satunya untuk membuat pendataan terpadu UMKM dan ultra mikro. Pendataan terpadu bisa menjadi jalan masuk untuk meningkatkan kelas pengusaha ultra mikro, mikro, dan kecil di Indonesia.
(nng)
Lihat Juga :