Intip Strategi Mengejar Target Investasi Migas di Tengah Pandemi
Senin, 18 Januari 2021 - 23:43 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu dalam mengejar target investasi hilir, pemerintah tengah menjalin kerja sama dengan badan usaha untuk membangun kilang minyak baru (Gross Root Refinery atau GRR) dan pengembangan kapasitas kilang (Refinery Development Master Plan atau RDMP).
"Di hilir sebagian besar untuk GRR Tuban dan revamping di beberapa pengilangan yang kerja saat ini untuk meningkatkan kapasitas," imbuhnya.
Pemerintah juga komitmen dalam menyederhanakan perizinan hilir, menciptakan harga gas bumi yang affordables, mendorong promosi pembangunan infrastruktur migas yang terintegrasi, serta mendukung keputusan menteri terkait perubahan bahan bakar diesel ke bahan bakar gas yang dituangkan dalam Keputusan Menteri Nomor 13 tahun 2020.
Baca Juga: Indonesia Masih Seksi untuk Memincut Investasi Migas
Sebagai informasi, pemerintah mematok investasi dari subsektor migas sebesar USD17,59 miliar atau meningkat 45% dari tahun 2020. Apalagi ini masih menjadi subsektor andalan dalam mendorong perekonomian nasional.
"Subsektor migas masih menjadi unggulan untuk terlaksananya pembangunan kewilayahan dan terbukti di tahun 2020 mendatangkan investasi sebesar USD12,09 miliar dari target sebesar USD13,36 miliar," ungkap Tutuka.
"Di hilir sebagian besar untuk GRR Tuban dan revamping di beberapa pengilangan yang kerja saat ini untuk meningkatkan kapasitas," imbuhnya.
Pemerintah juga komitmen dalam menyederhanakan perizinan hilir, menciptakan harga gas bumi yang affordables, mendorong promosi pembangunan infrastruktur migas yang terintegrasi, serta mendukung keputusan menteri terkait perubahan bahan bakar diesel ke bahan bakar gas yang dituangkan dalam Keputusan Menteri Nomor 13 tahun 2020.
Baca Juga: Indonesia Masih Seksi untuk Memincut Investasi Migas
Sebagai informasi, pemerintah mematok investasi dari subsektor migas sebesar USD17,59 miliar atau meningkat 45% dari tahun 2020. Apalagi ini masih menjadi subsektor andalan dalam mendorong perekonomian nasional.
"Subsektor migas masih menjadi unggulan untuk terlaksananya pembangunan kewilayahan dan terbukti di tahun 2020 mendatangkan investasi sebesar USD12,09 miliar dari target sebesar USD13,36 miliar," ungkap Tutuka.
(akr)
Lihat Juga :