KRL Yogya-Solo Resmi Beroperasi 10 Februari 2021

Rabu, 20 Januari 2021 - 01:00 WIB
loading...
KRL Yogya-Solo Resmi...
Ilustrasi penumpang KRL. Foto/Dok Antara
A A A
JAKARTA - Kereta Rel Listrik (KRL) koridor Yogyakarta-Solo ditargetkan akan beroperasi pada 10 Februari 2021 mendatang. Saat ini manajemen PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tengah menyiapkan uji coba secara terbatas.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah Putu Sumarjaya menyebut, uji coba KRL Yogya-Solo akan dilakukan pada 20-30 Januari mendatang.

Dalam proses itu, selain stakeholder terkait, KCI juga mengajak sebagian masyarakat untuk melakukan proses uji coba KRL yang menghubungkan dua Provinsi di Pulau Jawa tersebut.

(Baca juga: Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Mulai Dibangun, Bisa Dipakai 2024 )

Putu mengatakan, saat ini konstruksi KRL sudah mencapai 91,75 persen. Dengan begitu pengoperasian secara komersial akan dapat berjalan pada 10 Februari tahun ini. "10 Februari mendatang baru akan berjalan secara komersial. Saat ini konstruksi fisik sudah 91,75 persen," katanya dalam Webinar, Selasa (19/1/2021).

Stasiun KRL koridor Yogya-Solo pun akan ditambahkan menjadi sebelas stasiun dari semula tujuh stasiun. Ketujuh stasiun tersebut adalah Yogyakarta, Lempuyangan, Maguwo, Prambanan, Srowot, Klaten, Ceper, Delanggu, Gawok, Purwosari dan Solo Balapan.

Penambahan stasiun tersebut karena manajemen KCI membuka kembali beberapa stasiun yang semulanya ditutup. Bahkan, KRL akan menggunakan kartu multi trip (KMT), Commuter Pay, uang elektronik bank, dan pembayaran QR Code. Sementara itu, bagi pengguna ponsel android dapat menggunakan fitur NFC untuk melakukan pengecekan KMT melalui aplikasi KRL Access.

(Baca juga: Cara Menghapus History Pencarian Google di Ponsel Android )

Panjang jalur KRL Yogya-Solo mencapai 60 kilometer dengan biaya investasi mencapai Rp1,2 triliun. Pengguna KRL koridor ini hanya butuh waktu perjalanannya 48 menit untuk sampai ke tempat tujuan.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Komisi V DPR Dorong...
Komisi V DPR Dorong Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
Desakan Mundur Dirut...
Desakan Mundur Dirut KAI, Pengamat: Evaluasi Harus Objektif, Bukan Tekanan Politik
18.000 Pemudik Padati...
18.000 Pemudik Padati Stasiun Senen pada Puncak Arus Lebaran Hari Ini
6,2 Juta Orang Mudik...
6,2 Juta Orang Mudik Naik Angkutan Umum H-4 Lebaran, Kereta Api Jadi Favorit
Penumpang Commuter Line...
Penumpang Commuter Line Boleh Berbuka Puasa di Dalam KRL, Simak Ketentuannya
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Bertemu Prabowo, Dirut...
Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bocorkan Rencana Stasiun Gambir Terintegrasi KRL
Rekomendasi
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved