Masuk Rantai Pasok Tesla, Ini Rekomendasi untuk ANTM dan TINS

loading...
Masuk Rantai Pasok Tesla, Ini Rekomendasi untuk ANTM dan TINS
Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Dua perusahaan pertambangan asal Indonesia yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan PT Timah Tbk (TINS) masuk ke dalam daftar perusahaan yang ikut rantai pasok produksi kendaraan listrik Tesla Inc . Selain itu, masih ada lima perusahaan Indonesia yang masuk dalam supply chain Tesla.

Research Analyst MNC Sekuritas Aqil Triyadi mengatakan, masuknya ANTM dan TINS dalam rantai pasok kendaraan listrik Tesla menjadi sentimen positif ke depan. Pasar akan berekspektasi terhadap perbaikan kinerja dari ANTM dan TINS dalam beberapa tahun ke depan.

"Namun kami melihat pergerakannya sudah cenderung overbought dari pergerakan harganya sendiri. Ini juga karena pasar sedang optimis dengan sentimen tersebut," ujarnya pada closing market IDX Channel, Kamis (21/1/2021).

(Baca juga: Pasar Sambut Positif Pelantikan Presiden AS Joe Biden )



Dia menuturkan, untuk saham ANTM masih menarik dilakukan trading dalam jangka pendek. Meski begitu, investor perlu memperhatikan rilis laporan keuangan dari Antam yang akan keluar sekitar Maret-April.

"Bagaimana kinerja keuangan di tahun 2020 kemarin akan masuk akal dengan pergerakan harga sekarang atau malah cenderung ada penurunan kinerja dari Antam. Di situ akan jadi sentimen negatif jika nanti rilis laporan keuangan dari Antm tidak terlalu baik," ungkapnya.

Secara jangka panjang, lanjutnya, saham ANTM cukup menarik jika memang Tesla sendiri sudah memasukkan Antam ke dalam rantai produksi kendaraan listrik.



(Baca juga: Tesla Cari Orang Buat Jadi Admin Twitter, Tertarik? )

"Untuk ANTM kami merekomendasikan tunggu terlebih dahulu agar ada penurunan sekali lagi. Kami merekomendasikan jika ingin masuk di kisaran 2.800 hingga level 2.900. Level resisten di 3.440 dari ANTM," jelasnya.

Sementara untuk TINS masih ada peluang penguatan. Dia merekomendasikan untuk trading jangka pendek sambil menunggu rilis laporan keuangan dari emiten tersebut. "Level support dari TINS ada di kisaran 2.180 hingga 2.270. Untuk koreksinya 2.470 hingga 2.480," ungkapnya.

Sebagai catatan, dalam satu bulan terakhir, saham PT Aneka Tambang Tbk menguat 60,51%, sementara saham PT Timah Tbk menguat 45,17%.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top