Alat Deteksi Covid-19 Buatan UGM Dipakai untuk Deteksi Penumpang Bus Mulai 5 Februari
Senin, 25 Januari 2021 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
“Kereta api ada jarak-jarak tertentu, Jakarta-Bandung misalnya Rp100 ribu, kalau mesti antigen 100 ribu lagi itu kan mahal. Apalagi tarif bus yang lebih murah lagi, ada yang cuma Rp40-50 ribu. Tapi dengan GeNose ini harganya hanya Rp20 ribu. Apalagi kalau nanti dengan skala besar bisa lebih murah menjadi Rp15 ribu, jadi lebih terjangkau. Kami sudah pesan 200 unit untuk 44 titik stasiun di seluruh jawa dan sumatera,” tutur Budi.
Baca Juga: PT KAI Siap Gunakan GeNose C19 untuk Deteksi COVID-19 Penumpang Kereta
Sementara itu Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan bahwa Terminal pertama yang akan menggunakan GeNose adalah Terminal Pulo Gebang.
"Dari SE Satgas Penanganan Covid-19, kita masih sepakat untuk masyarakat yang berpergian dengan bus itu sifatnya hanya random sampling. Untuk di Jakarta yang pertama kali dilaksanakan adalah di terminal Pulogebang, dan secara bertahap kita sudah pesan 100 alat GeNose yang akan segera kita distribusikan ke daerah-daerah,” kata Budi Setiyadi menambahkan.
Baca Juga: PT KAI Siap Gunakan GeNose C19 untuk Deteksi COVID-19 Penumpang Kereta
Sementara itu Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan bahwa Terminal pertama yang akan menggunakan GeNose adalah Terminal Pulo Gebang.
"Dari SE Satgas Penanganan Covid-19, kita masih sepakat untuk masyarakat yang berpergian dengan bus itu sifatnya hanya random sampling. Untuk di Jakarta yang pertama kali dilaksanakan adalah di terminal Pulogebang, dan secara bertahap kita sudah pesan 100 alat GeNose yang akan segera kita distribusikan ke daerah-daerah,” kata Budi Setiyadi menambahkan.
(akr)
Lihat Juga :