Fokus Transformasi, Bukopin Andalkan Sektor UMKM

loading...
Fokus Transformasi, Bukopin Andalkan Sektor UMKM
Direktur Utama Bank Bukopin Rivan A Purwantono yakin transformasi akan membuat fundamental perseroan semakin kuat. Foto/Astra Bonardo
JAKARTA- PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) terus fokus melanjutkan transpormasi bisnisnya. Salah satu yang menjadi andalan dalam tranformasi tersebut yakni sektor usaha mikro kecil dan menangah (UMKM).

Direktur Utama Bukopin Rivan A Purwanto mengatakan, transformasi yang kini berjalan diharapkan semakin memperkuat fundamental perseroan. Terutama dalam memperluas segmen bisnis dan menangkap potensi pasar baru melalui kekuatan digital banking.

“Langkah ini juga menjadi salah satu fokus perseroan untuk meningkatkan kapabilitas Bank Bukopin dalam mendukung sektor kredit UMKM sebagai sektor andalan,” ujar Rivan di Jakarta, Senin (25/1). (Baca juga: Hormati Putusan PTUN, Bukopin Siap Banding Hadapi Gugatan Bosowa)

Sebagai afiliasi KB Kookmin, lanjut Rivan, berbagai strategi akan dijalankan dengan partisipasi manajemen untuk meningkatkan perdagangan Indonesia dan Korea. Melalui transformasi ini, pihaknya berkeyakinan mampu melahirkan Bukopin yang lebih baik demi terciptanya produk dan layanan yang sesuai kebutuhan nasabah. Sehingga bisa menjadi lembaga perbankan ternama dan kompetitif di Indonesia.

Menurut Rivan, sejak KB Kookmin masuk, nasabah asal Korea yang bergabung di Bukopin terus meningkat. Dana simpanan dari nasabah asal Korea ini bertambah lebih dari Rp1,6 triliun dalam dua bulan terakhir. Banyaknya nasabah Korea Selatan yang bergabung dengan Bukopin menjadi salah satu bukti tingginya kepercayaan dan kredibilitas KB Kookmin Bank di pasar keuangan global, khususnya di Korea.



“Ini juga bagian dari strategi Bukopin dalam melakukan diferensiasi funding sebagai salah satu fokus transformasi bisnis perusahaan,” jelas mantan Direktur Keuangan PT KAI ini.

Rivan mengungkapkan ada beberapa strategi yang akan dilakukan perseroan baik sisi financial, brand image dan strategi bisnis kedepan. Pertama, manajemen akan memperbaiki kualitas aset. Perseroan akan menambah unit khusus untuk pengelolaan aset dan kredit berisiko. Kedua, Kookmin akan menempatkan beberapa eksekutif tambahan dari KB Kookmin untuk mempercepat proses koreksi. Dan ketiga, membentuk team khusus untuk menangani ketidakpastian pasar.

Sedangkan untuk brand image, lanjut Rivan, sesuai dengan amanah pemegang saham pada RUPSLB tanggal 22 Desember 2020 yang telah menyetujui pergantian nama dan logo Bank Bukopin menjadi KB Bukopin. Maka, dalam beberapa bulan kedepan akan segera direalisasikan berdasarkan persetujuan dari regulator.



“Kami harap melalui rebranding ini KB Bukopin juga akan menjalankan sejumlah strategi. Salah satunya ialah KB Bukopin akan selektif pada segmen yang paling relevan, terutama komunitas ekonomi, ritel, UMKM, serta Korean-Indonesia,’ jelas Rivan.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top