Pasokan Batu Bara Cukup, Pemerintah Jamin Tak Ada Pemadaman hingga Maret

Rabu, 27 Januari 2021 - 16:28 WIB
loading...
Pasokan Batu Bara Cukup,...
Pemerintah memastikan pasokan batu bara untuk pembangkit mencukupi hingga Maret sehingga tidak akan ada pemadaman listrik. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak ada pemadaman listrik bergilir hingga Maret tahun ini. Hal ini menanggapi kondisi pasokan batu bara untuk pembangkit PT PLN (Persero) yang menipis.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana menjelaskan, kondisi cuaca yang ekstrem menghambat rantai pasok baru bara ke pembangkit listrik. Meski begitu, pemerintah berupaya agar rantai pasok tercukupi.

Baca Juga: Lampaui Target, Realisasi Produksi Batu Bara Capai 561 Juta Ton

"Januari tidak ada. Minimal sampai 31 Januari tidak ada kekurangan pasokan listrik. Kita upayakan hingga Februari, Maret," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (27/1/2021).

Menurut dia, pada Februari, PLN memerlukan tambahan pasokan batu bara 1,2 juta ton namun sudah mampu dipenuhi dari para produsen batu bara yang berkomitmen memasok ke PLN.

"Begitu juga pada Maret. Begitu ketatnya DMO (Domestic Market Obligation) ini diterapkan dan bisa mencukupi. Kita berupaya sekuat mungkin," imbuhnya.

Rida melanjutkan, curah hujan yang tinggi disertai angin kencang memengaruhi kegiatan operasional batu bara dari lokasi penambangan ke pembangkit listrik. Ditambah adanya banjir di sejumlah lokasi penambangan membuat aktivitas pengerukan tidak bisa dilakukan.

Selain itu, cuaca buruk ini juga berpengaruh pada infrastruktur jalan yang terhambat karena banjir. "Ada kejadian yang diluar kebiasaan yang beda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bukan mau menyalahkan cuaca. Paling tidak ke depannya kita perlu lebih lagi mengantisipasi bahwa cuaca dominan memengaruhi supply chain batu bara ini," jelasnya.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaludin mengakui bahwa cuaca di daerah-daerah penghasil batu bara sedang ekstrem dan menimbulkan bencana. Sejauh ini ada empat perusahaan yang terdampak oleh banjir.

Baca Juga: Harga Batu Bara Terus Meningkat, Produksinya Gimana?

"Ketika Kalimantan Selatan terkendala, kita cari di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan sudah kita identifikasi juga." ungkapnya.

Ridwan menambahkan, pemerintah memastikan stok batu bara untuk kebutuhan listrik selalu terpenuhi. Sebagai informasi, kebutuhan batu bara PT PLN (Persero) diperkirakan meningkat dari 113 juta ton pada tahun 2021 menjadi 167 juta ton pada tahun 2030.

"Ada 54 perusahaan pemasok batu bara yang sudah menyatakan komitmennya akan memenuhi kewajibannya sesuai dengan kesepakatan yang ada," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
BLU Bisa Impor Minyak...
BLU Bisa Impor Minyak saat Pasokan Global Seret, Lemigas Salah Satunya
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
DPR: Blackout Sumatera...
DPR: Blackout Sumatera Dipicu Putusnya Kabel Transmisi, Bukan Sabotase
Rekomendasi
Pancasakti Run 2026...
Pancasakti Run 2026 Tawarkan Kesempatan Menuju World Marathon Majors 2027
Bandung Jewellery Fair...
Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Berita Terkini
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved