Gaduh Soal Wisata Halal, Sandi Minta Jangan Terjebak pada Istilah
Kamis, 28 Januari 2021 - 16:33 WIB
loading...
foto/ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia Sandiaga Uno memberikan penjelasan terkait konsep wisata halal yang menuai pro-kontra. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu meminta tak muncul perpecahbelahan karena salah kaprah memahami istilah wisata halal tersebut. ( Baca juga:Ngantor Perdana di Bali, Sandi Disuguhi Jamu Loloh Cemcem )
"Jadi saya bicara tapi dalam suatu konteks yang betul-betul mempersatukan. Dan jangan kita terpecah belah karena kesalahkaprahan kita terhadap terminologi," ujar dia dalam webinar MGN SUMMIT 2021 WONDERFUL INDONESIA, Kamis (28/1/2021).
Dia menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meluncurkan gerakan ekonomi syariah, yang di dalamnya termasuk wisata halal. Kemudian kata Sandi, terminologi dari wisata halal adalah pariwisata yang ramah terhadap umat muslim.
"Kita semua mendengar Pak Presiden Jokowi launching gerakan ekonomi syariah, salah satunya adalah pariwisata halal yang sekarang terminologinya adalah pariwisata ramah muslim. Namanya muslim friendly tourism," ungkap dia.
Sandi menuturkan, wisata halal ini sebagai layanan tambahan atau extension of services. Pihaknya juga bicara beberapa daerah wisata sudah memberikan banyak pelayanan untuk wisatawan muslim.
"Jadi saya bicara tapi dalam suatu konteks yang betul-betul mempersatukan. Dan jangan kita terpecah belah karena kesalahkaprahan kita terhadap terminologi," ujar dia dalam webinar MGN SUMMIT 2021 WONDERFUL INDONESIA, Kamis (28/1/2021).
Dia menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meluncurkan gerakan ekonomi syariah, yang di dalamnya termasuk wisata halal. Kemudian kata Sandi, terminologi dari wisata halal adalah pariwisata yang ramah terhadap umat muslim.
"Kita semua mendengar Pak Presiden Jokowi launching gerakan ekonomi syariah, salah satunya adalah pariwisata halal yang sekarang terminologinya adalah pariwisata ramah muslim. Namanya muslim friendly tourism," ungkap dia.
Sandi menuturkan, wisata halal ini sebagai layanan tambahan atau extension of services. Pihaknya juga bicara beberapa daerah wisata sudah memberikan banyak pelayanan untuk wisatawan muslim.
Lihat Juga :