Swasta Boleh Terlibat Dalam Vaksinasi, Asal Kata Erick Jangan Pakai Merek Vaksin Gratis

Jum'at, 29 Januari 2021 - 10:12 WIB
loading...
Swasta Boleh Terlibat...
Pemerintah kasih izin partisipasi pengusaha atau perusahaan swasta untuk melakukan vaksinasi Covid-19 secara mandiri kepada karyawan atau buruh. Tapi jangan pakai merek vaksin subsidi pemerintah. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah telah membahas partisipasi pengusaha atau perusahaan swasta untuk melakukan vaksinasi Covid-19 secara mandiri kepada karyawan atau buruh. Keputusanya, vaksin subsidi pemerintah (gratis) tidak diizinkan penggunaannya dalam vaksinasi mandiri.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menuturkan, keputusan itu disepakati dalam rapat terbatas (ratas) antara Presiden Joko Widodi bersama kementerian dan lembaga (K/L).

Baca Juga: DPR Minta Vaksinasi Mandiri Perusahaan Disegerakan

Pembahasan serupa juga sudah disepakati oleh Kementerian BUMN, kementerian dan lembaga (K/L) terkait misalnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, serta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP).

Poin lain dari kesepakatan K/L adalah pelaksanaan vaksinasi mandiri bagi karyawan akan dilakukan secara gratis. Artinya, tidak ada komersialisasi vaksin Covid-19 dari manajemen perusahaan kepada karyawannya.

"Kalau kita lihat mandiri pun konteksnya gratis oleh para perusahaan untuk menyuntikan kepada karyawannya. Dan ini tentu menjadi, biasalah, dinamika, karena itu kita sudah rapatkan di Ratas. Kita juga sudah bicarakan dengan DPR, KPK, BPK, BPKP, dan LKPP, alhamdulillah yang disepakati, pertama merek vaksin yang gratis tidak dipakai untuk vaksin mandiri, mereknya," ujar Erick dalam sesi wawancara dengan salah satu TV Swasta pada Kamis malam, dikutip Jumat (29/1/2021).

Baca juga: Dikritik Soal Ledakan Kasus Covid, Begini Jawaban Erick Thohir

Adapun vaksin yang digunakan Indonesia berasal dari sejumlah produsen farmasi global dan demostik yang masuk dalam daftar vaksinasi pemerintah. Tercatat, ada enam perusahaan resmi vaksin Covid-19 yang menjadi mitra pemerintah seperti PT Bio Farma (Persero) selaku pihak yang dipercaya memproduksi vaksin Merah Putih.

Kemudian, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm) dengan vaksin Sinopharm, vaksin Sinovac hasil produksi perusahaan Sinovac, Pfizer INC dengan vaksin Pfizer-nya, Astrazenaca, serta Moderna.

Sementara vaksin yang akan digunakan swasta dalam vaksinasi mandiri masih dicari alternatif lain. Mantan Bos Inter Milan itu menyebut, ada kemungkinan pemerintah menggandeng produsen farmasi lain atau produsen yang sudah ada. Saat ini masih pada tahap diskusi.

Baca Juga: Soal Vaksinasi Mandiri, DPR Ingatkan Jangan Sampai Picu Kecemburuan

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menuturkan, pelaksanaan vaksinasi mandiri masih menunggu prioritas. Saat ini, pemerintah masih fokus melakukan vaksinasi bagi pihak yang masuk dalam prioritas pemerintah seperti tenaga kesehatan.

Selain itu, Airlangga mengimbau masyarakat untuk bersedia melaporkan jika ada pelanggaran terhadap program vaksinasi Covid-19 ini. “Silakan lapor ke pihak berwenang jika diminta membayar. Siapapun masyarakatnya, vaksin Covid-19 tetap gratis,” katanya.

Pemerintah juga masih belum mengetahui kapan vaksinasi mandiri dimulai. Saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih menyusun regulasi vaksinasi ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dony Oskaria Dipanggil...
Dony Oskaria Dipanggil Prabowo usai Ditunjuk Jadi Plt Menteri BUMN
Dony Oskaria Dinilai...
Dony Oskaria Dinilai Tepat Pimpin BUMN, Perkuat Momentum Transformasi
Ini Alasan Prabowo Tunjuk...
Ini Alasan Prabowo Tunjuk Dony Oskaria jadi Plt Menteri BUMN
Dony Oskaria Ditunjuk...
Dony Oskaria Ditunjuk Jadi Plt Menteri BUMN
Hasil Nego Tarif Resiprokal...
Hasil Nego Tarif Resiprokal Trump? Pertamina Dipacu Impor Minyak AS hingga 30%
Ini Kuasa Erick Thohir...
Ini Kuasa Erick Thohir usai BUMN Ditarik ke Danantara
Ditinggal Erick Thohir,...
Ditinggal Erick Thohir, Posisi Menteri BUMN Kosong
Dicopot dari Menteri...
Dicopot dari Menteri BUMN, Erick Thohir Kini Jabat Menpora
Erick Thohir Dikabarkan...
Erick Thohir Dikabarkan Jadi Menpora
Rekomendasi
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Ini Vaksin yang Tak...
Ini Vaksin yang Tak Boleh Digunakan untuk Vaksinasi Gotong Royong
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved