Waspadai Gejolak Inflasi di Wilayah Terdampak Bencana Alam
Selasa, 02 Februari 2021 - 07:22 WIB
loading...
A
A
A
Lalu, faktor seasonal penurunan komponen transportasi juga wajar terjadi paska libur panjang Natal dan tahun baru. “Januari biasanya komponen transportasi mengalami deflasi,” tandasnya.
Baca Juga : BPS Wanti-Wanti Pemerintah Soal Harga Beras akibat Bencana Banjir
Kunjungan Wisman
BPS juga mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) merosot 75,03% sepanjang tahun lalu. Tercatat, hanya ada 4,02 juta kunjungan wisman di tahun 20201 atau turun 75,03% dibandingkan pada tahun 2019 yang sebesar 16,11 juta kunjungan.
Kepala BPS Suhariyanto menyebut, jumlah kunjungan wisman yang rendah ini tak lepas dari dampak pandemi Covid-19 yang membawa dampak luar biasa buruk ke sektor pariwisata dan sektor-sektor pendukungnya.
“Ke depan, masih ada tantangan berat bagi sektor pariwisata bila pandemi ini masih ada. Makanya kita akan rely on ke wisatawan domestik,” kata Suhariyanto.
Menurutnya wisman yang datang dari wilayah Afrika memiliki presentase penurunan paling tinggi, yaitu sebesar 83,77% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, wilayah Asia di luar ASEAN memiliki presentase penurunan paling rendah, yaitu sebesar 69,57%.
Kunjungan wisman yang datang ke Indonesia selama Januari–Desember 2020 paling banyak datang dari kebangsaan Timor Leste sebanyak 1,01 juta kunjungan (25,03%), diikuti oleh Malaysia sebanyak 978.840 kunjungan (24,33%), Singapura sebanyak 277.470 kunjungan (6,90%), Australia sebanyak 251.190 kunjungan (6,24%), dan China sebanyak 235.640 kunjungan (5,86%).
“Wisman yang datang pada bulan Desember 2020 lalu bukan untuk keperluan wisata, tetapi lebih kepada urusan bisnis, melakukan tugas, dan bahkan ada kunjungan kerja dari lembaga-lembaga internasional,” tandasnya. (rina anggraeni/michell natalia)
Baca Juga : BPS Wanti-Wanti Pemerintah Soal Harga Beras akibat Bencana Banjir
Kunjungan Wisman
BPS juga mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) merosot 75,03% sepanjang tahun lalu. Tercatat, hanya ada 4,02 juta kunjungan wisman di tahun 20201 atau turun 75,03% dibandingkan pada tahun 2019 yang sebesar 16,11 juta kunjungan.
Kepala BPS Suhariyanto menyebut, jumlah kunjungan wisman yang rendah ini tak lepas dari dampak pandemi Covid-19 yang membawa dampak luar biasa buruk ke sektor pariwisata dan sektor-sektor pendukungnya.
“Ke depan, masih ada tantangan berat bagi sektor pariwisata bila pandemi ini masih ada. Makanya kita akan rely on ke wisatawan domestik,” kata Suhariyanto.
Menurutnya wisman yang datang dari wilayah Afrika memiliki presentase penurunan paling tinggi, yaitu sebesar 83,77% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, wilayah Asia di luar ASEAN memiliki presentase penurunan paling rendah, yaitu sebesar 69,57%.
Kunjungan wisman yang datang ke Indonesia selama Januari–Desember 2020 paling banyak datang dari kebangsaan Timor Leste sebanyak 1,01 juta kunjungan (25,03%), diikuti oleh Malaysia sebanyak 978.840 kunjungan (24,33%), Singapura sebanyak 277.470 kunjungan (6,90%), Australia sebanyak 251.190 kunjungan (6,24%), dan China sebanyak 235.640 kunjungan (5,86%).
“Wisman yang datang pada bulan Desember 2020 lalu bukan untuk keperluan wisata, tetapi lebih kepada urusan bisnis, melakukan tugas, dan bahkan ada kunjungan kerja dari lembaga-lembaga internasional,” tandasnya. (rina anggraeni/michell natalia)
(her)
Lihat Juga :