Waskita Karya Gandeng Esri Indonesia Adopsi Teknik Kembar Digital
Senin, 01 Februari 2021 - 22:36 WIB
loading...
foto/youtubeGeospastialworld
A
A
A
JAKARTA - PT Waskita Karya Tbk mengumumkan kemitraan strategis dengan penyedia solusi geospasial terkemuka, Esri Indonesia, untuk mengadopsi inovasi di bidang teknik digital bernama GeoBIM (kembar digital). Kolaborasi tersebut memungkinkan Waskita untuk menciptakan infrastruktur dan fasilitas yang lebih tangguh di seluruh negeri. ( Baca juga:PUPR Lelang 2 Proyek Bendungan Senilai Rp9,6 Triliun )
Kemitraan ini hadir sebagai bagian dari strategi transformasi digital Waskita yang bertujuan untuk memanfaatkan teknologi pintar dan big data untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, produktivitas, keselamatan tenaga kerja, dan profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.
Inti dari kemitraan ini adalah solusi sistem informasi geografis (GIS) yang mengintegrasikan, mengelola, dan menganalisis berbagai data termasuk data BIM (building information modeling) dengan tujuan untuk memberikan wawasan yang lebih luas kepada desainer dan arsitek dalam hal lokasi, orientasi, dan lokasi struktur yang akan digunakan bahkan sampai bahan bangunan.
Menurut Dr. Achmad Istamar, Chief Executive Officer Esri Indonesia, meskipun GIS diperlukan untuk perencanaan dan pengoperasian kota, jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya dalam konteks lingkungan sekitarnya, informasi BIM sangat penting untuk mendesain dan pembangunan konstruksi struktur tersebut.
“Integrasi BIM dan GIS (juga dianggap sebagai GeoBIM) akan menghasilkan kembar digital 3D yang akan membantu Waskita membuat desain yang memaksimalkan nilai jangka panjang dari infrastruktur jangka panjang di seluruh negeri,” kata Dr. Istamar dalam siaran resminya, Senin (1/2/2021).
Kemitraan ini hadir sebagai bagian dari strategi transformasi digital Waskita yang bertujuan untuk memanfaatkan teknologi pintar dan big data untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, produktivitas, keselamatan tenaga kerja, dan profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.
Inti dari kemitraan ini adalah solusi sistem informasi geografis (GIS) yang mengintegrasikan, mengelola, dan menganalisis berbagai data termasuk data BIM (building information modeling) dengan tujuan untuk memberikan wawasan yang lebih luas kepada desainer dan arsitek dalam hal lokasi, orientasi, dan lokasi struktur yang akan digunakan bahkan sampai bahan bangunan.
Menurut Dr. Achmad Istamar, Chief Executive Officer Esri Indonesia, meskipun GIS diperlukan untuk perencanaan dan pengoperasian kota, jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya dalam konteks lingkungan sekitarnya, informasi BIM sangat penting untuk mendesain dan pembangunan konstruksi struktur tersebut.
“Integrasi BIM dan GIS (juga dianggap sebagai GeoBIM) akan menghasilkan kembar digital 3D yang akan membantu Waskita membuat desain yang memaksimalkan nilai jangka panjang dari infrastruktur jangka panjang di seluruh negeri,” kata Dr. Istamar dalam siaran resminya, Senin (1/2/2021).
Lihat Juga :