Waspadai Gejolak Inflasi di Daerah Terdampak Bencana Alam
Selasa, 02 Februari 2021 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
“Sebagian komoditas menyumbang deflasi seperti telur ayam ras deflasi -0,04% dan bawang merah -0,02% ,” paparnya.
Baca Juga: 528 Gardu Listrik Terdampak Gempa Mamuju dan Majene Kembali Menyala
Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan inflasi Januari justru menunjukkan adanya tekanan dari sisi pasokan dibanding sisi permintaan. Komponen inflasi yang naik ada di bahan makanan seperti naiknya harga kedelai, daging sapi, dan cabai.
“Bahan makanan dipengaruhi oleh hambatan impor, harga internasional yang naik, faktor curah hujan tinggi dan faktor bencana alam. Jika inflasi pangan naik, tapi konsumsi rumah tangga belum pulih bisa berdampak pada penurunan daya beli masyarakat,” kata Bhima saat dihubungi di Jakarta.
Menurutnya, bencana alam yang terjadi di beberapa daerah turut menyumbang inflasi, misalnya Mamuju terjadi inflasi 1,43%. Pemerintah perlu mewaspadai faktor bencana alam di beberapa daerah yang bisa menaikan inflasi karena terganggunya distribusi logistik.
“Sementara itu Januari inflasi secara umum rendah karena adanya pembatasan sosial PPKM di Jawa Bali yang membatasi mobilitas masyarakat untuk berbelanja,” bebernya.
Lalu, faktor seasonal penurunan komponen transportasi juga wajar terjadi paska libur panjang Natal dan tahun baru. “Januari biasanya komponen transportasi mengalami deflasi,” tandasnya.
Baca Juga: 528 Gardu Listrik Terdampak Gempa Mamuju dan Majene Kembali Menyala
Ekonom Indef Bhima Yudistira mengatakan inflasi Januari justru menunjukkan adanya tekanan dari sisi pasokan dibanding sisi permintaan. Komponen inflasi yang naik ada di bahan makanan seperti naiknya harga kedelai, daging sapi, dan cabai.
“Bahan makanan dipengaruhi oleh hambatan impor, harga internasional yang naik, faktor curah hujan tinggi dan faktor bencana alam. Jika inflasi pangan naik, tapi konsumsi rumah tangga belum pulih bisa berdampak pada penurunan daya beli masyarakat,” kata Bhima saat dihubungi di Jakarta.
Menurutnya, bencana alam yang terjadi di beberapa daerah turut menyumbang inflasi, misalnya Mamuju terjadi inflasi 1,43%. Pemerintah perlu mewaspadai faktor bencana alam di beberapa daerah yang bisa menaikan inflasi karena terganggunya distribusi logistik.
“Sementara itu Januari inflasi secara umum rendah karena adanya pembatasan sosial PPKM di Jawa Bali yang membatasi mobilitas masyarakat untuk berbelanja,” bebernya.
Lalu, faktor seasonal penurunan komponen transportasi juga wajar terjadi paska libur panjang Natal dan tahun baru. “Januari biasanya komponen transportasi mengalami deflasi,” tandasnya.
(tri)
Lihat Juga :