Klaim Impor Ubin Premium Tak Ganggu Keramik Lokal, FOSBBI Minta Safeguard Dicabut

Selasa, 02 Februari 2021 - 17:28 WIB
loading...
A A A
Berdasarkan data yang dirangkum FOSBBI, kapasitas industri yang mampu memproduksi produk Homogeneus Tile sebesar 160 juta meter persegi (m2) per tahun. Sedangkan, berdasarkan data Ceramic Wolrd Review 2020, impor keramik tahun 2019 sebesar 21% dari konsumsi dalam negeri.

"Yang bisa diproduksi 370 juta. Itu untuk yang porcelain tile dan keramik. Jika dibagi lagi kapasitas untuk porcelain tile 160 juta. Yang di produksi 70 juta dan kita impor cuma 70 juta. Jika dibandingkan dengan 370 itu sedikit dan itu enggak mengganggu sama sekali industri dalam negeri," terangnya.

Baca Juga: Produk Otomotif RI Digetok Safeguard oleh Filipina, Ini Tanggapan Menperin

Bahkan, imbuh dia, dikhawatirkan bila produk ubin premium tersebut tidak terpenuhi di dalam negeri maka proyek pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah akan terganggu. Sebab, proyek-proyek besar seperti bandara, hotel, perkantoran, mall, perumahan mewah sudah beralih menggunakan produk porcelain tile.

Untuk itu, Ia meminta kepada pemerintah agar mencabut safeguard terhadap impor porceline tile. Sebab, adanya safeguard sebesar 19% ditambah 4,5% bea masuk, 12% ppn dan serta biaya lainnya, maka total costnya sampai 40 persen. "Dengan besarnya pengeluaran tersebut, membuat harga porceline tile impor tidak bisa bersaing dipasar domestik," kata dia.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Bea Cukai Respons Munculnya...
Bea Cukai Respons Munculnya Nama Dirjen Djaka Budi Utama dalam Dakwaan Kasus Suap Impor
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Kasus Bea Cukai, KPK...
Kasus Bea Cukai, KPK Periksa 20 Petinggi Forwarder
Rekomendasi
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved