Target Holding Baterai Listrik: Produksi 12 Juta Kendaraan Listrik di 2025

Selasa, 02 Februari 2021 - 18:00 WIB
loading...
Target Holding Baterai...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah tengah mengjenjot ekosistem industri baterai kendaraan listrik di Tanah Air. Targetnya, pada 2025 akan ada 10 juta lebih kendaraan listrik roda dua yang diproduksi Holding Indonesia Battery Corporation (IBC). Di tahun yang sama, IBC juga akan memproduksi 2 juta unit kendaraan roda empat atau mobil.

Wakil Menteri (Wamen) BUMN I Pahala Nugraha Mansury menyebut, target produksi tersebut disesuaikan dengan potensi pasar di Tanah Air. Dimana, Indonesia menjadi pasar terbesar di dunia dalam bisnis otomotif.

"Pasar penjualan roda dua dan roda empat di Indonesia ini tentu termasuk salah satu yang terbesar di dunia saat ini. Indonesia memiliki potensi untuk bisa menjual motor sekitar 10 juta lebih di tahun 2025 nanti. Dan juga mobil mencapai kurang lebih 2 juta unit," ujar dia dalam Webinar BUMN, Selasa (2/2/2021).

Baca Juga: Kementerian BUMN: Holding Baterai Listrik Rampung Tahun Ini

Indonesia harus membangun keuntungan rantai pasok yang kompetitif. Sebab, prospek pengembangan industri baterai sangat strategis. Karena itu, Kementerian BUMM tatap memastikan Indonesia tak sekadar memiliki sumber daya, melainkan juga mampu mempunyai pasar bagi industri baterai ke depan.

Dia berharap, Indonesia tidak sekedar mengekspor nikel atau menjadi menjadi negara konsumtif saja, melainkan Indonesia mampu menjadi negara yang juga produsen.

"Bagaiamana kita bisa menbangun keuntungan rantai pasok yang kompetitif ini tentunya menjadi tantangan kita bersama, ini tentunya menjadi para pemain. Yang menjadi pemikiran kita semua adalah para pemilik teknologi baterai yang sudah maju ini, bagaimana mereka bisa dan kita pastikan mereka membawa teknologinya dan juga berproduksi di Indonesia dibandingkan berproduksi di negara lain yang memang tidak memiliki pasar dan bahan mineral yang dibutuhkan untuk bisa memproduksi baterai," kata dia.

Dia mengatakan RI dinilai mampu membangun industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi. Keyakinan itu bertolak dari kondisi ekonomi Indonesia yang diklaim menempati posisi ke-7 sebagai negara dengan ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2020. Pertumbuhan ekonomi yang baik akan mempengaruhi kemampuan otoritas suatu negara untuk mengeksplorasi dan mengelola industri baterai. Dalam konteks itu, Indonesia memiliki kekuatan yang mumpuni untuk mendorong perkembangan industri baterai kendaraan listrik yang tengah digodok sejumlah BUMN Energi.

Baca Juga: Potensi RI Kuasai Pasar Baterai & Mobil Listrik di ASEAN Bukan Mimpi, Ini Datanya

"Di sisi lain, kita sebagai negara yang memiliki posisi yang sangat kuat sumber daya mineral hulu, khususnya saat ini adalah mineral yang sangat dibutuhkan untuk melakukan atau untuk memproduksi baterai. Salah satu kandungan yang paling utama untuk produksi baterai adalah nikel dan Indonesia memiliki cadangan nomor 1 untuk bisa berproduksi nikel di dunia saat ini," kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Tinjauan ke Lampung,...
Tinjauan ke Lampung, Ali Masykur Musa Dorong Layanan infrastruktur EV Makin Andal
Insentif Daerah dan...
Insentif Daerah dan Relaksasi Regulasi Momentum Percepatan Swasta Investasi SPKLU
Siap-siap! Insentif...
Siap-siap! Insentif Kendaraan Listrik Bakal Terbit Dua Minggu Lagi
Ironi Pajak Mobil Listrik,...
Ironi Pajak Mobil Listrik, Insentif Dicabut di Tengah Lonjakan Harga BBM
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Oceanman Bali 2026 Sukses...
Oceanman Bali 2026 Sukses Hadirkan Sport Tourism Kelas Dunia
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Berita Terkini
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved