Masuki Era Kendaraan Listrik, Pertamina Juga Bakal Produksi Baterai
Selasa, 02 Februari 2021 - 18:24 WIB
loading...
Pertamina turut bertransformasi menghadapi era kendaraan listrik di masa depan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) akan berperan sebagai manufaktur produk hilir dalam mendukung pengembangan industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) seperti mobil listrik. Pertamina sudah menyiapkan transisi energi yang utamanya tetap menjaga seluruh aset yang ada di Pertamina sehingga tetap relevan di kemudian hari.
Baca Juga: Target Holding Baterai Listrik: Produksi 12 Juta Kendaraan Listrik di 2025
"Produk utama Pertamina adalah BBM berbasis migas. Ke depannya, energi yang dikonsumsi masyarakat akan berubah ke renewable energy dalam hal ini baterai EV. Sehingga kita menjaga agar apapun investasi kemarin maupun hari ini akan tetap relevan ke depan," ujar CEO Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) Pertamina Heru Setiawan di Jakarta, Selasa (2/2/2021).
Heru menjelaskan, dalam mendukung ekosistem EV, Pertamina akan berperan memproduksi produk hilir meliputi pembuatan sel baterai, battery pack, serta Energy Storage System (ESS). Pertamina juga menyiapkan produksi baterai melalui kemitraan dengan penyedia teknologi baterai dan BUMN serta menyediakan infrastruktur pengisian daya untuk mobil listrik (E2W dan E4W).
"Memang sebagian dari kompetensi Pertamina itu lebih banyak ke chemical base, ada juga perminyakan, sehingga nantinya petrokimia ini yang akan berhubungan dengan EV," ungkapnya.
Menurut dia, produksi petrokimia akan sangat dibutuhkan sebagai bahan baku plastik untuk memproduksi komponen mobil listrik seperti body mobil, dashboard dan lainnya. Ini dalam rangka mengkompensasi beratnya baterai dalam kendaraan listrik.
Baca Juga: RI Baru Mau Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik, Investor Asing Sudah Melirik
Baca Juga: Target Holding Baterai Listrik: Produksi 12 Juta Kendaraan Listrik di 2025
"Produk utama Pertamina adalah BBM berbasis migas. Ke depannya, energi yang dikonsumsi masyarakat akan berubah ke renewable energy dalam hal ini baterai EV. Sehingga kita menjaga agar apapun investasi kemarin maupun hari ini akan tetap relevan ke depan," ujar CEO Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) Pertamina Heru Setiawan di Jakarta, Selasa (2/2/2021).
Heru menjelaskan, dalam mendukung ekosistem EV, Pertamina akan berperan memproduksi produk hilir meliputi pembuatan sel baterai, battery pack, serta Energy Storage System (ESS). Pertamina juga menyiapkan produksi baterai melalui kemitraan dengan penyedia teknologi baterai dan BUMN serta menyediakan infrastruktur pengisian daya untuk mobil listrik (E2W dan E4W).
"Memang sebagian dari kompetensi Pertamina itu lebih banyak ke chemical base, ada juga perminyakan, sehingga nantinya petrokimia ini yang akan berhubungan dengan EV," ungkapnya.
Menurut dia, produksi petrokimia akan sangat dibutuhkan sebagai bahan baku plastik untuk memproduksi komponen mobil listrik seperti body mobil, dashboard dan lainnya. Ini dalam rangka mengkompensasi beratnya baterai dalam kendaraan listrik.
Baca Juga: RI Baru Mau Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik, Investor Asing Sudah Melirik
Lihat Juga :