Ekonom Senior Ini Nilai Penangkapan Inisiator Pasar Muamalah Langkah Salah

Kamis, 04 Februari 2021 - 13:38 WIB
loading...
Ekonom Senior Ini Nilai...
foto/okezone
A A A
JAKARTA - Ekonom senior Indef Didik J. Rachbini menilai keputusan penangkapan inisiator Pasar Muamalah di Depok merupakan langkah yang salah dari pemerintah. Menurutnya, aktivitas yang dilakukan di pasar itu yang menggunakan dinar-dirham sebagai alat transaksi merupakan eksperimen sistem barter. ( Baca juga:Jadi Tersangka, Pendiri Pasar Muamalah Zaim Saidi Resmi Ditahan Bareskrim Polri )

Hal itu wajar saja dilakukan karena sistem ekonomi uang kertas dan pasar modal saat ini sudah memiliki banyak distorsi. "Mereka bukan melakukan pidana, apalagi menghancurkan negara. Tidak ada salahnya barter," ujar Didik saat dihubungi MNC Portal Indonesia hari ini (4/2) di Jakarta.

Dia meminta kepada kepolisian agar tidak terhasut oleh pihak-pihak yang tidak jelas agendanya. Kondisi Indonesia sekarang kian mirip dengan suasana negara otoriter karena inisiatif masyarakat sangat dikekang.

"Polisi jangan main tangkap. Tanyakan dulu pada ahli ekonomi atau ulama lainnya. Ini biasa saja, kalau perlu jadikan sebagai bagian dari sistem perdagangan Indonesia," tegasnya.

Lebih lanjut dia juga menjelaskan Pasar Muamalah juga harusnya dirangkul pemerintah yang baru saja meresmikan Bank Syariah Indonesia. Perbedaannya, Bank Syariah Indonesia menggunakan sistem ekonomi uang kertas. ( Baca juga:Masih Minim, Lahan Kawasan Industri Baru Capai 10 Persen )

"Kalau begitu direktur Bank Syariah Indonesia juga harus ditangkap. Sampai Wakil Presiden RI juga harus ditangkap karena dia yang menginisiasi Bank Syariah Indonesia," katanya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soal Siapa yang Cocok...
Soal Siapa yang Cocok Pimpin OJK, Ekonom: Figur Harus Diterima Pasar
Efek Perang Dagang,...
Efek Perang Dagang, Indef Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI di 2025 Jadi 4,87%
INDEF: Ekosistem Hilirisasi...
INDEF: Ekosistem Hilirisasi Tembaga Indonesia Tunjukkan Perkembangan Positif dan Punya Nilai Strategi Signifikan
Indef: 79% Netizen Anggap...
Indef: 79% Netizen Anggap Kenaikan Utang Negara sebagai Beban
Hati-hati DPR! Skema...
Hati-hati DPR! Skema Power Wheeling dalam RUU EBT Bisa Bebani PLN dan Keuangan Negara
Kejayaan Batu Bara dan...
Kejayaan Batu Bara dan CPO Meredup, Ekspor Indonesia Bakal Terus Turun hingga 2025
Redam Risiko Lonjakan...
Redam Risiko Lonjakan Harga Minyak Dunia, INDEF: Kendaraan Listrik Jadi Strategi Krusial
Indef: MBG Investasi...
Indef: MBG Investasi Strategis Pembangunan Sumber Daya Manusia
CSED-Indef Dorong Reformasi...
CSED-Indef Dorong Reformasi Kelembagaan Haji dan Umrah
Rekomendasi
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
FIFA Perketat Aturan,...
FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
Berita Terkini
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
AirNav Gandeng AdMedika...
AirNav Gandeng AdMedika Permudah Akses Layanan Kesehatan Karyawan
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.902 Sore Ini
XLSMART dan Komdigi...
XLSMART dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Targetkan Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan di 2026
Nasabah MNC Bank Apresiasi...
Nasabah MNC Bank Apresiasi Program Tabungan Dahsyat Berhadiah
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved