Anggaran Kesehatan Naik Rp254 Triliun, Nakes Kecipratan Berapa?
Kamis, 04 Februari 2021 - 19:26 WIB
loading...
Ilustrasi tenaga kesehatan. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani mengatakan kenaikan alokasi anggaran kesehatan tahun ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam penanganan covid-19. Tambahan anggaran diharapkan bisa mencukupi kebutuhan yang sangat dinamis.
"Dengan serangkaian kebutuhan kegiatan dan anggaran penanganan kesehatan, di awal 2021 pemerintah menambah kebutuhan anggaran yang signifikan dari awal Rp169 triliun menjadi kemungkinan bisa mencapai Rp254 triliun perhitungan kita di awal 2021 ini," kata Askolani dalam video virtual, Kamis (4/2/2021).
Baca Juga: Ingat Janji Kemenkes: Pembayaran Insentif Nakes Tidak Bakal Telat
Lanjutnya, pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan anggaran penanganan covid yang cukup dinamis. Paling tidak tembahan kebutuhan anggaran ini diharapkan bisa digunakan untuk menangani pasien dan mendukung ketersediaan peralatan untuk penanganan covid-19.
"Ini sepenuhnya menjadi prioritas pemerintah sehingga kemudian untuk mendukung penanganan ini kita melakukan refocusing dan relokasi belanja banyak kementerian/lembaga (K/L) sampai 86 K/L untuk mendukung pendanaan di bidang kesehatan," bebernya.
"Dengan serangkaian kebutuhan kegiatan dan anggaran penanganan kesehatan, di awal 2021 pemerintah menambah kebutuhan anggaran yang signifikan dari awal Rp169 triliun menjadi kemungkinan bisa mencapai Rp254 triliun perhitungan kita di awal 2021 ini," kata Askolani dalam video virtual, Kamis (4/2/2021).
Baca Juga: Ingat Janji Kemenkes: Pembayaran Insentif Nakes Tidak Bakal Telat
Lanjutnya, pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan anggaran penanganan covid yang cukup dinamis. Paling tidak tembahan kebutuhan anggaran ini diharapkan bisa digunakan untuk menangani pasien dan mendukung ketersediaan peralatan untuk penanganan covid-19.
"Ini sepenuhnya menjadi prioritas pemerintah sehingga kemudian untuk mendukung penanganan ini kita melakukan refocusing dan relokasi belanja banyak kementerian/lembaga (K/L) sampai 86 K/L untuk mendukung pendanaan di bidang kesehatan," bebernya.
Lihat Juga :