Ekonomi Kuartal IV Diproyeksi Minus 2,5 Persen
Jum'at, 05 Februari 2021 - 08:15 WIB
loading...
A
A
A
Pada kuartal IV tahun 2020, dari kuartal IV tahun 2019 yang tercatat 6,1%yoy. Kontraksi penjualan semen mengindikasikan investasi bangunan sepanjang periode Okt-Des 2020 masih mengalami mengalami perlambatan secara tahunan. Selain itu, investasi non-bangunan juga melambat terindikasi dari impor barang modal sepanjang 4Q20 tercatat terkontraksi -7,9% yoy dari kuartal IV tahun 2019 yang tercatat -7,9% yoy.
Konsumsi pemerintah diperkirakan cenderung tumbuh positif sekitar 12,9%yoy pada kuartal keempat , yang didorong oleh peningkatan realisasi belanja K/L serta penyerapan anggaran PEN dibandingkan kondisi pada kuartal kedua 2020 dan kuartal ketiga 2020. ( Baca juga:5 Klub yang Paling Sering Jadi Korban Ronaldo; Barcelona Rutin Dibikin Merana )
Surplus neraca perdagangan pada kuartal keempat yang meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya mengindikasikan bahwa net ekspor pada komponen PDB di kuartal keempat diperkirakan cenderung meningkat dibandingkan net ekspor pada kuartal ketiga 2020, laju impor pada kuartal IV-2020 tercatat terkontraksi -15,6% yoy. Sementara ekspor tercatat terkontraksi -8,1%yoy.
" Jadi, secara keseluruhan, PDB pada FY20 diperkirakan berada di kisaran -2%yoy dengan faktor yang mendominasi kontraksi adalah konsumsi rumah tangga dan investasi. Penurunan aktivitas ekonomi akibat pandemi, mendorong penurunan produktivitas dari sisi produksi terutama sektor manufaktur, perdagangan dan konstruksi," bebernya.
Konsumsi pemerintah diperkirakan cenderung tumbuh positif sekitar 12,9%yoy pada kuartal keempat , yang didorong oleh peningkatan realisasi belanja K/L serta penyerapan anggaran PEN dibandingkan kondisi pada kuartal kedua 2020 dan kuartal ketiga 2020. ( Baca juga:5 Klub yang Paling Sering Jadi Korban Ronaldo; Barcelona Rutin Dibikin Merana )
Surplus neraca perdagangan pada kuartal keempat yang meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya mengindikasikan bahwa net ekspor pada komponen PDB di kuartal keempat diperkirakan cenderung meningkat dibandingkan net ekspor pada kuartal ketiga 2020, laju impor pada kuartal IV-2020 tercatat terkontraksi -15,6% yoy. Sementara ekspor tercatat terkontraksi -8,1%yoy.
" Jadi, secara keseluruhan, PDB pada FY20 diperkirakan berada di kisaran -2%yoy dengan faktor yang mendominasi kontraksi adalah konsumsi rumah tangga dan investasi. Penurunan aktivitas ekonomi akibat pandemi, mendorong penurunan produktivitas dari sisi produksi terutama sektor manufaktur, perdagangan dan konstruksi," bebernya.
(uka)
Lihat Juga :