Diklaim Lebih Sehat, Industri Rokok Elektrik Minta Tarif Cukai Diturunkan

Senin, 08 Februari 2021 - 12:43 WIB
loading...
Diklaim Lebih Sehat,...
APVI mendorong pemerintah mengkaji ulang tarif rokok elektrik karena dinilai tak sesuai dengan risiko kesehatan yang diklaim lebih rendah. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pelaku industri Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) mengharapkan pemerintah mengkaji ulang tarif cukai bagi rokok elektrik . Alasannya, rokok elektrik memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional.

Baca Juga: Pengumuman: Ada Aturan Baru Cukai Rokok Elektrik!

Sekretaris Umum Asosiasi Personal Vape Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita mengatakan bahwa klaim risiko kesehatan yang lebih rendah dibandingkan rokok konvensional didasari oleh penelitian yang dilakukan oleh beberapa negara.

"Risiko kesehatan vape (rokok elektrik) lebih rendah dibandingkan rokok konvensional. Hasil penelitian di Inggris dikatakan vape 95% lebih rendah risikonya," kata dia dalam Market Review IDX Channel, Senin (8/2/2021)

Dia menjelaskan, dalam 2 tahun terakhir banyak negara terutama Inggris, Kanada dan Selandia Baru melakukan penelitian terhadap pengguna rokok elektrik. Dalam penelitian tersebut, fungsi radio vaskular, detak jantung, tenkan pembuluh darah dan tekanan darah lebih rendah dibandingkan dengan rokok konvensional.

Bahkan, imbuhnya, vape digunakan sebagai alat terapi untuk berhenti menkonsumsi rokok, terutama orang yang mau berhenti merokok. "Banyak konsumen yang merokok konvensional sudah berhenti merokok karena menggunakan vape," terangnya.

Baca Juga: Survei New Indonesia: Elektabilitas PDIP Anjlok, Dua Partai Ini Malah Naik

Untuk itu, Garindra meminta agar pemerintah mengkaji ulang tarif rokok elektrik. Pasalnya, tarif rokok elektrik dikenai tarif lebih besar dari konvensional yaitu sebesar 57%.

"Cukai harusnya diberikan sesuai dengan profil risiko. Hal ini sudah diterapkan di Eropa.Dimana semakin besar resiko kesehatannya cukai haruslah besar juga. Namun semakin rendah risikonya maka cukai juga harus rendah. Harapan kami seperti itu," tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Cukai Hasil Tembakau...
Cukai Hasil Tembakau Tidak Naik Tahun Depan Disambut Pelaku Usaha IHT
Aturan Turunan PP 28/2024...
Aturan Turunan PP 28/2024 Dinilai Berpotensi Lumpuhkan Sektor Tembakau
Lindungi 6 Juta Pekerja,...
Lindungi 6 Juta Pekerja, Pengusaha Rokok Tagih Kepastian Tarif Cukai
Wacana Tambah Layer...
Wacana Tambah Layer Cukai Rokok Dinilai Tanpa Kajian, Awas Jadi Bumerang
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Ancaman PHK Massal di Industri Hasil Tembakau
Rekomendasi
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
JSD Blok M Festival...
JSD Blok M Festival 2026 Bakal Ramaikan Jakarta dengan Fashion, Musik, dan Komunitas Kreatif
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved