Holding BUMN Ultra Mikro Disiapkan, Dijamin Tak Ada PHK
Senin, 08 Februari 2021 - 17:02 WIB
loading...
Pembentukan Holding BUMN untuk pembiayaan UMi dan UMKM dipastikan tak akan menimbulkan PHK pada BUMN yang terlibat didalamnya. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pembentukan Holding BUMN untuk pembiayaan usaha ultra mikro (UMi) serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai mendesak dilakukan. Holding ini diyakini akan membawa banyak manfaat bagi masyarakat serta setiap perusahaan yang terlibat.
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto mengatakan, salah satu manfaat integrasi ini adalah terciptanya efisiensi bagi Pegadaian.
Baca Juga: Holding Ultra Mikro Diyakini Positif untuk Kemajuan UMKM
"Beberapa hal yang kita lakukan dengan sinergi, PKS, MoU, tidak bisa membuat ikatan yang sangat kuat. Contohnya, bagaimana Pegadaian yang mau mengembangkan 2.000 outlet berapa biayanya? Kalau dengan BRI kami bisa hemat per outlet Rp200 juta, kalau 2.000 outlet berarti (hemat) Rp400 miliar per tahun. Belum nanti kami punya penaksir-penaksir yang ditempatkan di kantor BRI, maka pelayanan kami terhadap masyarakat di remote area khususnya akan tambah banyak," ujar Kuswiyoto dalam rapat secara virtual, Senin (8/2/2021).
Dia menyebutkan, saat ini mayoritas kantor atau unit kerja Pegadaian hanya terdapat di kota-kota besar dan kecamatan yang sudah lama berkembang. Kondisi ini membuat Pegadaian kesulitan menjangkau nasabah di daerah pelosok.
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto mengatakan, salah satu manfaat integrasi ini adalah terciptanya efisiensi bagi Pegadaian.
Baca Juga: Holding Ultra Mikro Diyakini Positif untuk Kemajuan UMKM
"Beberapa hal yang kita lakukan dengan sinergi, PKS, MoU, tidak bisa membuat ikatan yang sangat kuat. Contohnya, bagaimana Pegadaian yang mau mengembangkan 2.000 outlet berapa biayanya? Kalau dengan BRI kami bisa hemat per outlet Rp200 juta, kalau 2.000 outlet berarti (hemat) Rp400 miliar per tahun. Belum nanti kami punya penaksir-penaksir yang ditempatkan di kantor BRI, maka pelayanan kami terhadap masyarakat di remote area khususnya akan tambah banyak," ujar Kuswiyoto dalam rapat secara virtual, Senin (8/2/2021).
Dia menyebutkan, saat ini mayoritas kantor atau unit kerja Pegadaian hanya terdapat di kota-kota besar dan kecamatan yang sudah lama berkembang. Kondisi ini membuat Pegadaian kesulitan menjangkau nasabah di daerah pelosok.
Lihat Juga :