Pupuk Langka, Mentan Akui Adanya Kemungkinan Permainan Distributor
Senin, 08 Februari 2021 - 17:16 WIB
loading...
Kelangkaan pupuk bersubsidi diakui mungkin terjadi akibat permainan sejumlah distibutor nakal. Fotro/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Limpo mengakui adanya indikasi permainan dari distributor pupuk yang menyebabkan terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi . Hal itu menanggapi informasi Komisi IV DPR yang menyebutkan adanya informasi soal permainan distributor yang membuat pupuk subsidi langka.
Baca Juga: Pupuk Bersubsidi Naik, DPR Soroti Beda Perhatian Petani dan UMKM Masa Pandemi
"Agen yang dominan di bawah memang suka jadi permainan tertentu. Pertanian itu terlalu banyak permainan yang dihadapi dari luar, kami akan cek kalau ada laporan seperti itu," ujar Syahrul dalam video virtual, Senin (8/2/2021).
Dia memastikan Kementerian Pertanian (Kementan) akan menjaga ketersediaan pupuk. Dia menambahkan, memasuki tahun 2021 pembangunan pertanian nasional masih akan menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam penanganan dampak pandemi Covid-19.
"Pada tahun ini Pemerintah memprioritaskan pada pembangunan kesehatan agar segera keluar dari pandemi, dan secara bersamaan mendorong peningkatan daya beli masyarakat di perdesaan," jelasnya.
Baca Juga: Kado Bagi Petani, Kementan Tambah Alokasi Pupuk Bersubsidi di 2021
Lebih lanjut, Mentan membandingkan produktivitas produksi pertanian nasional dengan negara lain. Menurut data Organisasi Pangan Dunia (FAO) di India produktivitasnya hanya 3,8 ton per hektare, di Bangladesh 4,7 ton per hektare, di Thailand 3,09 ton per hektare, di Myanmar 3,9 ton per hektare, dan di Kamboja 3,5 ton per hektare.
"Apakah ini berhasil dan tidak berhasil, data ini harus dipertimbangkan. Kalau tidak ada pupuk, pasti turun di bawah 5 juta ton," bebernya.
Baca Juga: Pupuk Bersubsidi Naik, DPR Soroti Beda Perhatian Petani dan UMKM Masa Pandemi
"Agen yang dominan di bawah memang suka jadi permainan tertentu. Pertanian itu terlalu banyak permainan yang dihadapi dari luar, kami akan cek kalau ada laporan seperti itu," ujar Syahrul dalam video virtual, Senin (8/2/2021).
Dia memastikan Kementerian Pertanian (Kementan) akan menjaga ketersediaan pupuk. Dia menambahkan, memasuki tahun 2021 pembangunan pertanian nasional masih akan menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam penanganan dampak pandemi Covid-19.
"Pada tahun ini Pemerintah memprioritaskan pada pembangunan kesehatan agar segera keluar dari pandemi, dan secara bersamaan mendorong peningkatan daya beli masyarakat di perdesaan," jelasnya.
Baca Juga: Kado Bagi Petani, Kementan Tambah Alokasi Pupuk Bersubsidi di 2021
Lebih lanjut, Mentan membandingkan produktivitas produksi pertanian nasional dengan negara lain. Menurut data Organisasi Pangan Dunia (FAO) di India produktivitasnya hanya 3,8 ton per hektare, di Bangladesh 4,7 ton per hektare, di Thailand 3,09 ton per hektare, di Myanmar 3,9 ton per hektare, dan di Kamboja 3,5 ton per hektare.
"Apakah ini berhasil dan tidak berhasil, data ini harus dipertimbangkan. Kalau tidak ada pupuk, pasti turun di bawah 5 juta ton," bebernya.
(fai)
Lihat Juga :