Brand Ekonomi Syariah Bebas Digunakan Tanpa Sekat

Rabu, 10 Februari 2021 - 16:37 WIB
loading...
Brand Ekonomi Syariah...
Setidaknya ada ratusan juta penggerak ekonomi syariah di Indonesia sekarang ini. Semua bebas menggunakan logo ini. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Komite Nasional Keuangan Syariah (KNEKS), Ventje Rahardjo menghimbau, kepada seluruh penggerak ekonomi syariah dapat bersatu menggunakan Brand Ekonomi Syariah yang sudah diresmikan Presiden Joko Widodo. Logo tersebut bertujuan untuk mendorong sinergi, mengurangi persaingan, serta saling bergandeng tangan di antara penggerak ekonomi syariah.

"Setidaknya ada ratusan juta penggerak ekonomi syariah di Indonesia sekarang ini. Semua bebas menggunakan logo ini. Mari rendahkan dulu pagar-pagar yang biasanya membatasi," ujar Ventje dalam webinar di Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Baca Juga: BSI Napas Baru Ekonomi Syariah

Dia menambahkan saat ini yang harus diutamakan adalah dua bendera yaitu bendera merah putih dan bendera ekonomi syariah Indonesia. Bahkan Indonesia akan masuk kancah global sehingga ini bukan lagi sekedar logo tapi persatuan kuat Indonesia. "Kita tularkan ke seluruh Indonesia, mesjid, pesantren, atau lembaga keuangan. Logo ini jadi tanda kebersamaan," katanya.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat juga menghimbau agar seluruh pelaku industri halal dapat menggunakan logo tersebut. Karena ini berbeda dengan logo syariah sebelumnya yang dibeda-bedakan penggunanya.

"Bahkan organisasi mahasiswa Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) bisa juga menggunakan logo ini," ujar Emir menambahkan.

Baca Juga: Membongkar 4 Program Utama Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah Erick Thohir

Sambung dia mengingatkan, perlunya branding ekonomi dan keuangan syariah agar bisa berkembang dengan cepat. Brand berupa logo atau simbol milik negara akan menjadi bentuk dukungan atas seluruh kegiatan yang berkaitan dengan ekonomi dan keuangan syariah.

Menurut Emir, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah salah satunya disebabkan oleh penggunaan istilah dan bahasa yang sulit dipahami. Karena itu, menggunakan bahasa dan cara yang lebih sederhana dapat meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah ke depannya. "Untuk itu dibutuhkan branding yang menggambarkan ekonomi syariah secara sederhana," kata Emir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
BRI Gandeng Syailendra...
BRI Gandeng Syailendra Capital Hadirkan Investasi Syariah melalui Super App BRImo
Ambil Peluang Investasi...
Ambil Peluang Investasi Syariah di Booth MNC Sekuritas dalam Sharia Investment Week 2026
Centrepark Raih WOW...
Centrepark Raih WOW Brand 2026, Dipilih Konsumen di Tengah Transformasi Parkir Berbasis Teknologi
Titik Cerah Perjuangan...
Titik Cerah Perjuangan Hak atas Merek Arc’teryx di Indonesia
KARA Raih Pengakuan...
KARA Raih Pengakuan Bergengsi di Level Nasional usai Sabet IBEICV 2026
Jawab Kebutuhan Kaum...
Jawab Kebutuhan Kaum Urban, Sepeda Listrik NUV Hadir sebagai Solusi Transportasi
Darunnajah Jadi Tuan...
Darunnajah Jadi Tuan Rumah Literasi Keuangan Syariah Nasional Bersama OJK
Ibas Ajak Perkuat Ekonomi...
Ibas Ajak Perkuat Ekonomi Syariah Berkeadilan untuk Indonesia Sejahtera
Rekomendasi
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved