Garuda Tekor 30 Juta Dolar per Tahun Gegara Operasikan Pesawat CRJ-1000
Rabu, 10 Februari 2021 - 19:39 WIB
loading...
A
A
A
"Apabila kita terminasi pada Februari kemarin sampai dengan akhir masa kontraknya, kita saving lebih dari 220 juta dolar AS. Ini upaya kita menghilangkan, mengurangi kerugian," kata dia.
Pesawat Bombardier CRJ 1000 juga dinilai tidak efektif bagi perusahaan lantaran karakteristiknya tidak sesuai dengan market di Indonesia. "Kami dari tahun ke tahun mengalami kerugian menggunakan pesawat ini, ditambah dengan kondisi pandemi ini memaksa kami tidak punya pilihan lain secara profesional untuk menghentikan kontrak ini," tuturnya.
(baca juga: Putus Kontrak dengan NAC, Bos Garuda Pastikan Tak Ada Armada Baru )
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta agar Garuda Indonesia melakukan percepatan negosiasi ihwal early payment settlement contract financial lease dengan Export Development Canada (EDC). Negosiasi berupa pengembalian enam pesawat jenis CRJ-1000.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, saat ini manajemen Garuda Indonesia tengah menjalankan negosiasi dengan pihak EDC. Proses itu dijalankan usai maskapai penerbangan nasional pelat merah itu belum mendapat respon positif dari pihak Nordic Aviation Capital atau NAC.
Pesawat Bombardier CRJ 1000 juga dinilai tidak efektif bagi perusahaan lantaran karakteristiknya tidak sesuai dengan market di Indonesia. "Kami dari tahun ke tahun mengalami kerugian menggunakan pesawat ini, ditambah dengan kondisi pandemi ini memaksa kami tidak punya pilihan lain secara profesional untuk menghentikan kontrak ini," tuturnya.
(baca juga: Putus Kontrak dengan NAC, Bos Garuda Pastikan Tak Ada Armada Baru )
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta agar Garuda Indonesia melakukan percepatan negosiasi ihwal early payment settlement contract financial lease dengan Export Development Canada (EDC). Negosiasi berupa pengembalian enam pesawat jenis CRJ-1000.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, saat ini manajemen Garuda Indonesia tengah menjalankan negosiasi dengan pihak EDC. Proses itu dijalankan usai maskapai penerbangan nasional pelat merah itu belum mendapat respon positif dari pihak Nordic Aviation Capital atau NAC.
Lihat Juga :