Pemerintah Jamin Ketersediaan Produk Ternak

Rabu, 10 Februari 2021 - 20:53 WIB
loading...
A A A
Pada periode 2019 sampai 2020 telah lahir 4,13 juta ekor anakan sapi/kerbau dengan nilai setara Rp24,78 triliun (asumsi harga sapi lepas sapih Rp6 juta per ekor) dengan anggaran yang dikeluarkan hanya Rp652,39 miliar.

Selain melaksanakan Program Sikomandan, untuk mencapai proporsi penyediaan daging sapi/kerbau dalam negeri sebesar 70% pada 2024, maka perlu dilakukan upaya-upaya akselerasi peningkatan populasi dan produksi. Salah satu solusinya dengan menambah indukan sapi/kerbau dalam negeri melalui impor indukan.

Berdasarkan hasil simulasi dan parameter teknis, maka untuk mencapai kondisi tersebut perlu dilakukan impor indukan sapi sebanyak 2 juta ekor secara bertahap pada 2021 hingga 2023. Potensi impor indukan tersebut berasal dari Mexico, Australia, Spanyol, USA, dan New Zealand.

Peningkatan populasi dan produksi daging sapi/kerbau melalui impor indukan ini juga diharapkan bisa menambah nilai ekonomi dari komoditas sapi/kerbau sebesar Rp61,7 triliun dan penyerapan tenaga kerja sebesar 26,9 juta orang pada periode 2020 sampai 2024.

Kemudian, program prioritas kedua adalah Pengembangan Usaha Peternakan Berbasis Korporasi melalui penguatan kelembagaan dan manajemen kawasan yang mencakup pencatatan asset, penguatan asset, tata kelola operasional, organisasi, perencanaan bisnis, dan pembentukan badan hukum dalam satu manajemen.

Lalu, melalui pengembangan skala dan jenis usaha yang mencakup peningkatan populasi dan skala usaha, kontinuitas produksi, pengembangan usaha lain-multi produk untuk meningkatkan efisiensi usaha.

Dan, pengembangan informasi dan penguatan jaringan pasar yang mencakup penguatan data base dan informasi, penguatan jaringan usaha dan pasar sehingga diharapkan dapat mewujudkan kontinuitas usaha.

Serta pengembangan investasi dan kemitraan mencakup integrasi pendanaan, optimalisasi dana desa, asuransi, aksesibilitas kredit program, pemanfaatan CSR/PKBL, kemitraan dengan pelaku usaha ternak/perusahaan besar sehingga diharapkan dapat terjadi peningkatan asset.

Salah satu contoh keberhasilan program ini adalah terbentuknya koperasi Brahman Sejahtera di Subang dengan skala usaha yang cukup besar. Di antaranya, usaha hijauan pakan ternak sebanyak 10 ha atau 15 ton/hari dengan harga jual Rp500/kg dan akan bertambah 1.000 ha dengan memanfaatkan lahan Perhutani.

Lalu, usaha pakan konsentrat sebanyak 6 ton/hari dengan harga jual Rp2.700/kg dan HPP Rp2.300/kg, dengan target pasar adalah anggota, peternak mitra, perluasan Bandung dan Jabodetabek.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengimbau masyarakat agar tidak khawatir akan terjadi kekurangan produk ternak di awal tahun. Lantaran, stok produk ternak yang ada, masih memadai untuk memenuhi kesejahteraan masyarakat.

“Jadi kita tidak usah khawatir akan kekurangan. Dan jika kenaikan harga terjadi, Kementan siap koordinasi dengan Kemendag untuk mengontrolnya,” tandas Mentan SYL.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jual Daging Sapi dan...
Jual Daging Sapi dan Kerbau di Atas HAP, Kementan: Lapor ke Satgas Saber Agar Ditangkap
Harga Daging Kerbau...
Harga Daging Kerbau Melambung, Pemerintah Diminta Adil dalam Pengawasan
Mendag Sangkal Harga...
Mendag Sangkal Harga Daging Ayam Naik Gegara MBG
Mainkan Harga Daging,...
Mainkan Harga Daging, Amran Ancam Cabut Izin RPH hingga Feedlotter
Harga Melonjak, Industri...
Harga Melonjak, Industri dan Pedagang Daging Bingung dengan Kebijakan Pemerintah
Pemotongan Kuota Impor...
Pemotongan Kuota Impor Daging Swasta Salah Sasaran
Selain Daun Pepaya dan...
Selain Daun Pepaya dan Nanas, Ini Bahan Alami Lain untuk Mengempukkan Daging Kurban
Daging Kurban Ternyata...
Daging Kurban Ternyata Setara Whey Protein, Bisa Tingkatkan Massa Otot
Ini Cara Simpan Daging...
Ini Cara Simpan Daging Kurban agar Tidak Alot, Jangan Langsung Masuk Freezer!
Rekomendasi
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Berita Terkini
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
Infografis
6 Produk Buatan China...
6 Produk Buatan China yang Digemari Konsumen Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved