Harga Daging Kerbau Melambung, Pemerintah Diminta Adil dalam Pengawasan

Senin, 09 Maret 2026 - 13:31 WIB
loading...
Harga Daging Kerbau...
Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) mengeluhkan pengawasan harga penjualan daging menjelang Idulfitri. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) menegur pemerintah karena bersikap tidak adil dalam pengawasan harga penjualan daging sapi menjelang Idulfitri. Pemerintah dinilai cenderung lebih menekan pedagang sapi, sementara harga daging kerbau impor malah dibiarkan tidak terawasi dengan harga jauh di atas harga acuan pembelian (HAP), meski impornya dimonopoli dua BUMN, yakni PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).Keluhan dan protes itu disuarakan Ketua Umum JAPPDI, Asnawi saat dihubungi wartawan terkait klaim pemerintah stabilnya harga daging sapi jelang Idulfitri.

"Pemerintah berlaku tidak adil dalam melakukan pengawasan harga pangan, terutama daging sapi. Daging kerbau impor yang harganya sudah melambung dan melanggar peraturan Badan Pangan Nasional malah dibiarkan saja," kata Ketua Umum JAPPDI, Asnawi, di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Baca Juga: Diskriminasi Menahun: Daging Sapi Vs Daging Kerbau

Asnawi menegaskan, kondisi harga daging kerbau ini jelas sudah melanggar Peraturan Bapanas No. 12 Tahun 2024 tentang harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditas Kedelai, Bawang Merah, Bawang Putih, Cabai Rawit Merah, Cabai Merah Keriting, Gula Konsumsi, dan Daging Sapi/Kerbau, yang diteken oleh Kepala Bapanas.



Keluhan Asnawi memang terbukti dari data yang ada di Badan Pangan Nasional (Bapanas). Harga rata-rata daging kerbau impor per 9 Maret 2026 mencapai Rp107.667/kg. Padahal, berdasarkan Peraturan Bapanas No. 12 Tahun 2024, HAP daging kerbau impor ditetapkan Rp80.000/kg. Dengan kata lain, harga yang terjadi saat ini sudah hampir 35% di atas HAP atau sudah harus dilakukan intervensi pasar.

Namun, intervensi pasar tidak pernah dilakukan pemerintah. Padahal, harga di atas HAP ini sudah terjadi jauh sebelum masuknya bulan Ramadhan. Bahkan harga rata-rata di Pulau Jawa sempat mencapai Rp120.000/kg atau 50% di atas HAP. Sayangnya, peta pergerakan harga bahan pangan strategis yang selama ini bisa dipantau di Panel Harga Bapanas sampai saat ini juga tidak bisa lagi dibuka. Menurut pihak PPID Bapanas, peta panel harga sedang dalam tahap maintenance.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jual Daging Sapi dan...
Jual Daging Sapi dan Kerbau di Atas HAP, Kementan: Lapor ke Satgas Saber Agar Ditangkap
Mainkan Harga Daging,...
Mainkan Harga Daging, Amran Ancam Cabut Izin RPH hingga Feedlotter
Harga Melonjak, Industri...
Harga Melonjak, Industri dan Pedagang Daging Bingung dengan Kebijakan Pemerintah
Pemotongan Kuota Impor...
Pemotongan Kuota Impor Daging Swasta Salah Sasaran
Gojek Bersama Toko Daging...
Gojek Bersama Toko Daging Nusantara Hadirkan Daging Harga Terjangkau untuk Mitra Driver dan Konsumen
Kuota Impor Dipangkas...
Kuota Impor Dipangkas Jadi 30.000 Ton, Pengusaha Daging Protes
Selain Daun Pepaya dan...
Selain Daun Pepaya dan Nanas, Ini Bahan Alami Lain untuk Mengempukkan Daging Kurban
Jelang Iduladha, Aldi...
Jelang Iduladha, Aldi Taher Serukan Makan Daging Tanpa Takut Kolesterol
Menikmati Daging Sapi...
Menikmati Daging Sapi Berkualitas Tinggi dengan Finishing Lokal
Rekomendasi
Blusukan ke Lampung,...
Blusukan ke Lampung, Jokowi: Saya Hadir untuk PSI
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Berita Terkini
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Rumah BUMN SIG di Rembang...
Rumah BUMN SIG di Rembang Catat Transaksi Rp6,9 Miliar
MSIN Putuskan Tak Bagi...
MSIN Putuskan Tak Bagi Dividen, Fokus Perkuat Platform Digital
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved