Perkuat Listrik Jawa-Bali, 25 Smart Grid Akan Dibangun hingga 2024

Rabu, 10 Februari 2021 - 23:41 WIB
loading...
Perkuat Listrik Jawa-Bali,...
Dalam meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik, Smart Grid dipercaya menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi dalam pelayanan kepada masyarakat. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Dalam meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik, Smart Grid dipercaya menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan efisiensi dalam pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, Smart Grid dapat meningkatkan fleksibilitas transmisi agar dapat lebih banyak menerima Variable Renewable Energy (VRE).

Smart Grid dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJPM), sudah ditetapkan dalam pengembangan sistem di Jawa-Bali . Targetnya, setiap tahun mulai tahun 2020 sampai 2024 diinstal lima sistem baru di Jawa-Bali. Dalam lima tahun ke depan akan dibangun 25 sistem Smart Grid baru.

Baca Juga: Smart Grid Bisa Bikin Pemadaman Listrik Berkurang

Sekretaris Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Munir Ahmad menyampaikan, bahwa teknologi Smart Grid merupakan salah satu strategi yang diupayakan oleh Pemerintah dalam penyediaan listrik nasional. Sehingga seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan listrik dalam jumlah yang cukup, dengan kualitas yang baik, dan dengan harga yang terjangkau.

"Pemanfaatan teknologi Smart Grid tidak terbatas pada konsumen listrik perkotaan dan skala besar, teknologi Smart Grid juga dapat dimanfaatkan pada Smart Micro Grids skala kecil di pedesaan dan daerah terpencil dengan akses yang sulit ke jaringan transmisi," ungkap Munir di Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Seperti diketahui, Smart Grid merupakan sistem jaringan tenaga listrik yang dilengkapi dengan teknologi informasi dan teknologi komunikasi canggih yang dapat memungkinkan sistem pengaturan tenaga listrik secara efisien. Ditambah menyediakan keandalan pasokan tenaga listrik yang tinggi, pemanfaatan sumber energi terbarukan dan memungkinkan partisipasi pelanggan dalam penyediaan tenaga listrik.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Kerjasama Ketenagalistrikan Senda H. Kanam mengatakan bahwa konsep Smart Grid ini mengikuti tren industri 4.0 yang di mana konsumen dalam hal ini juga dapat berperan sebagai produsen, dapat memproduksi, menyimpan dan menjual listrik kepada penyedia atau sesama konsumen listrik.

"Jadi konsumen semakin cerdas untuk memanfaatkan listrik dan didukung peralatan cerdas," tuturnya.

Disampaikan Senda, Smart Grid merupakan konsep jaringan tenaga listrik cerdas untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan teknologi komunikasi dua arah antara produsen listrik dan konsumen dengan tujuan agar efisien, andal, pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang lebih baik, dan penurunan emisi CO2.

"Tantangan untuk implementasi Smart Grid di Indonesia adalah biaya investasi yang besar, organisasi sistem pelaksanaan mengenai komitmen organisasi, selain itu peraturan untuk standarisasi dan teknologi yang menuntut pengaplikasian yang berbeda," ungkap Senda.

Baca Juga: Smart Meter Listrik Akan Terpasang ke 1 Juta Pelanggan di 2022

Executive Vice President (EVP) Perencanaan Koorporat PT PLN (Persero) Hot Martua Baraka dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa PLN telah melakukan beberapa pilot project Smart Grid. Saat ini beberapa proyek Smart grid sedang berjalan sesuai dengan RPJPM 2020-2024 dan telah ditetapkan sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai PERPRES No. 18 tahun 2020.

"Pada tahap awal, implementasi Smart Grid berfokus kepada keandalan, efisiensi, customer experience dan produktivitas grid. Sedangkan tahap berikutnya PLN berfokus kepada ketahanan (resiliency), customer engagement, sustainability dan self-healing," ujarnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
BLU Bisa Impor Minyak...
BLU Bisa Impor Minyak saat Pasokan Global Seret, Lemigas Salah Satunya
DDPI Group Raih Sejumlah...
DDPI Group Raih Sejumlah Penghargaan di TOP CSR Awards 2026
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Konsumsi Listrik Terbesar Dunia, Indonesia Masuk Daftar
Sektor Migas Bebas Aturan...
Sektor Migas Bebas Aturan DHE dan Ekspor Satu Pintu, Ini Penjelasannya
Buntut Listrik Blackout...
Buntut Listrik Blackout di Pulau Sumatera, PLN Didesak Beri Kompensasi
AKLI Siap Dukung Percepatan...
AKLI Siap Dukung Percepatan Pengembangan Energi Listrik Nasional
Listrik Padam, Aceh,...
Listrik Padam, Aceh, Sumut, Sumbar, dan Riau Blackout
Rekomendasi
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Ruben Onsu Soroti Live...
Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak hingga Malam Hari, Hak Asuh Jadi Pertimbangan Serius
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Infografis
3 Kekuatan Mengerikan...
3 Kekuatan Mengerikan Harimau Jawa, dari Gigitan hingga Cakar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved