Hari Raya Imlek, Wamendag Harap Sektor Kesehatan dan Ekonomi RI Segera Pulih

Kamis, 11 Februari 2021 - 23:48 WIB
loading...
Hari Raya Imlek, Wamendag...
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga. Foto/Dok Kemendag
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga berharap tahun ini bisa menjadi awal tahun pemulihan bagi sektor kesehatan, ekonomi dan perdagangan Indonesia.

Hal itu disampaikan saat Wamendag memberikan ucapan Selamat Imlek 2571 kepada seluruh masyarakat khususnya pelaku perdagangan yang merayakan.

Dia berharap di tahun Kerbau Logam ini semua pihak bekerja keras dan bekerja sama mengatasi tantangan-tantangan terutama berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang belum usai.

“Saya mengucapkan Selamat Imlek, semoga kita bisa mendapatkan berbagai hasil positif dengan kerja keras mengatasi tantangan baik di bidang kesehatan, ekonomi maupun perdagangan,” kata Wamendag dalam keterangan resminya, Kamis (11/2/2021).

(Baca juga: PPKM Mikro, Bogor Perketat Kunjungan Wisata ke Puncak saat Libur Imlek )

Menurut Jerry, tantangan di tahun 2021 di bidang perdagangan adalah bagaimana memulihkan kondisi sebagaimana sebelum terjadi pandemi. Kemendag mencatat banyak sektor dan jasa perdagangan terdampak oleh pandemi seperti di industri kuliner, jasa perhotelan, jasa pariwisata dan sebagainya.

Perdagangan yang melibatkan UMKM juga tak luput dari pengaruh pandemi. Sebaliknya terjadi pergeseran (shifting) ke produk-produk kesehatan dan layanan dasar dan juga kebugaran.

Pemulihan, menurutnya memerlukan penyesuaian berkaitan dengan isu kesehatan dalam interaksi publik. Kementerian Perdagangan telah menyusun dan mensosialisasikan sejumlah program penyesuaian baik di sektor perdagangan rakyat, perdagangan besar maupun perdagangan antar negara.

Lingkup yang menjadi fokus perubahan adalah sistem birokrasi, perizinan, sampai dengan standar-standar interaksi dan transaksi dalam perdagangan. Dengan penyesuaian-penyesuaian itu, ia optimis bahwa perlahan namun pasti kondisi normal akan segera dicapai.

(Baca juga: Kiamat Sudah Dekat: Perdagangan Online Marak, Apa Hubungannya? )

Untuk tahun ini, Mendag dan Wamendag mengarahkan sumber daya untuk tetap menjamin ketersediaan kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau, khususnya di sektor kebutuhan pokok, kesehatan dan kebutuhan strategis lainnya.

Dalam perdagangan luar negeri, Kementerian Perdagangan ingin menciptakan sistem dan neraca perdagangan yang sehat guna mendukung industri dan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Untuk itu penyelesaian dan implementasi perjanjian perdagangan akan terus diupayakan.

“Kita berharap beberapa perjanjian perdagangan, termasuk Indonesia-EU CEPA bisa selesai. Selain itu kita juga akan melebarkan pasar ke Afrika dan Amerika Selatan,” ujarnya.

(Baca juga: Beri Julukan Messi dari Afrika, CEO Muenchen Ingin Rekrut Mo Salah )

Perundingan I-EU CEPA akan memasuki putaran baru akhir Februari ini. Ada beberapa isu penting yang dibahas seperti akses pasar dan fasilitasi perdagangan. Indonesia dan Uni Eropa juga tengah menyelesaikan dua perselisihan perdagangan yaitu dalam komoditas nikel dan kelapa sawit.

Agenda di kwartal pertama tahun ini juga akan diisi dengan proses ratifikasi perjanjian kerjasama bidang jasa di kawasan ASEAN dalam mekanisme ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS). Sementara di perdagangan dalam negeri, Kemendag juga tengah bekerja keras mengamankan kebutuhan menjelang Ramadhan dan Lebaran 2021.

"Selalu kerja keras agar masyarakat dan pelaku usaha bisa melakukan kegiatan dengan baik.Ini seperti simbol tahun ini yaitu kerbau yang pekerja keras dan logam yang berarti ketepatan, keteguhan dan persistensi. Simbol harus memberikan motivasi pada kita bahwa semua bisa kita hadapi,” tuturnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen pada Triwulan I 2026
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
Rekomendasi
Cerita Perjalanan Revisi...
Cerita Perjalanan Revisi UU Polri, Kapolri Singgung Aksi Demo Agustus Kelam
SPMB Kota Bandung 2026...
SPMB Kota Bandung 2026 Tahap 1 Dibuka, Simak Kuota, Syarat, dan Jadwal
10 Pesepak Bola Terkaya...
10 Pesepak Bola Terkaya di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Jaga Distribusi Energi,...
Jaga Distribusi Energi, Elnusa Petrofin Beri Apresiasi Awak Mobil Tangki
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Cicil Emas BSI Makin...
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved