Bayar Influencer Pakai Uang Negara untuk Bantu Pemerintah, Efektif kah?
Minggu, 14 Februari 2021 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
Di sisi lain, pemerintah juga harus menyampaikan program-programnya kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat bisa mengetahui dan program yang sudah dirancang pun bisa berjalan.
"Dalam konteks itu memang media sosial sudah enggak bisa dilupakan sebagai cara penyampaian informasi ke publik. Dalam konteks itu, maka tentunya bagaimana caranya ya artinya harus menggunakan influencer," jelasnya.
(Baca juga: Ini Cerita Dosen Unpad yang Manfaatkan TikTok sebagai Media Edukasi )
Namun menurut Enda, yang perlu diperhatikan adalah pemilihan influencer yang akan dipakai pemerintah. Jika influencer yang dipilih hanya sekedar mempromosikan namun tidak memahami maknanya, maka sama saja dengan membayar buzzer.
"Tapi saya setuju jangan menjadikan influencer itu buzzer. Karena kalau buzzer artinya dia cuma promote-promote-promote ini apa dia enggak ngerti," ucapnya.
"Dalam konteks itu memang media sosial sudah enggak bisa dilupakan sebagai cara penyampaian informasi ke publik. Dalam konteks itu, maka tentunya bagaimana caranya ya artinya harus menggunakan influencer," jelasnya.
(Baca juga: Ini Cerita Dosen Unpad yang Manfaatkan TikTok sebagai Media Edukasi )
Namun menurut Enda, yang perlu diperhatikan adalah pemilihan influencer yang akan dipakai pemerintah. Jika influencer yang dipilih hanya sekedar mempromosikan namun tidak memahami maknanya, maka sama saja dengan membayar buzzer.
"Tapi saya setuju jangan menjadikan influencer itu buzzer. Karena kalau buzzer artinya dia cuma promote-promote-promote ini apa dia enggak ngerti," ucapnya.
Lihat Juga :