Buruh Seruduk Kantor BPJSTK di 17 Februari, Said Iqbal: Selamatkan Uang Kita Bersama
Senin, 15 Februari 2021 - 12:34 WIB
loading...
Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, KSPI dan perwakilan buruh-buruh Indonesia akan melakukan aksi di depan kantor BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK/Jamsostek) pada Rabu, 17 Februari serentak 10 Provinsi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, bahwa KSPI dan perwakilan buruh-buruh Indonesia akan melakukan aksi di depan kantor BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK /Jamsostek) pada Rabu, 17 Februari mendatang pada pukul 10.00 hingga 12.00 WIB.
Aksi ini merupakan respons terhadap indikasi kasus korupsi di BPJSTK yang saat ini tengah disidik oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejagung).
"Aksi ini akan digelar di lapangan diwakili 20 buruh dengan menerapkan protokol kesehatan, bukan hanya di BPJSTK pusat, tetapi juga di kantor perwakilan BPJSTK di 10 provinsi," ujar Said dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (15/2/2021).
Baca Juga: Gaji Tambahan Karyawan Murni dari APBN, Bukan Uang Pekerja di BPJSTK
Secara bersamaan, di hari dan jam yang sama, akan dilakukan aksi serupa di 10 provinsi di kantor wilayah BPJSTK, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Banten, Aceh, Kepulauan Riau, dan beberapa provinsi lain.
"10 provinsi akan didatangi aksi buruh baik lapangan maupun virtual. Mereka (BPSJTK) harus bertanggung jawab terhadap uang buruh. Aksi ini akan mengikuti protokol kesehatan super ketat karena kami mengawal dan mendukung pemulihan pandemi Covid-19. Hanya 20 orang di lapangan, ini pernah kami lakukan saat aksi menolak Omnibus Law di Mahkamah Konstitusi," ungkap Said.
Baca Juga: Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
Selain aksi lapangan, KSPI juga akan melakukan aksi virtual serentak. Aksi virtual akan dilakukan via live streaming sosial media KSPI baik Facebook, Instagram, dan Twitter yang diikuti puluhan ribu buruh, baik anggota KSPI dan buruh-buruh dari Indonesia.
"Aksi ini bisa mencapai ratusan ribu peserta dengan follow and share, ini sudah menjadi kasus publik. Di twitter, tagar #SaveDanaBuruhDiJamsostek, #LawanKorupsiDimanaPun, akan kita naikkan, semoga bisa menjadi trending topic. Selamatkan uang kita bersama, selamatkan uang buruh," tutur Said.
Aksi ini merupakan respons terhadap indikasi kasus korupsi di BPJSTK yang saat ini tengah disidik oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejagung).
"Aksi ini akan digelar di lapangan diwakili 20 buruh dengan menerapkan protokol kesehatan, bukan hanya di BPJSTK pusat, tetapi juga di kantor perwakilan BPJSTK di 10 provinsi," ujar Said dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (15/2/2021).
Baca Juga: Gaji Tambahan Karyawan Murni dari APBN, Bukan Uang Pekerja di BPJSTK
Secara bersamaan, di hari dan jam yang sama, akan dilakukan aksi serupa di 10 provinsi di kantor wilayah BPJSTK, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Banten, Aceh, Kepulauan Riau, dan beberapa provinsi lain.
"10 provinsi akan didatangi aksi buruh baik lapangan maupun virtual. Mereka (BPSJTK) harus bertanggung jawab terhadap uang buruh. Aksi ini akan mengikuti protokol kesehatan super ketat karena kami mengawal dan mendukung pemulihan pandemi Covid-19. Hanya 20 orang di lapangan, ini pernah kami lakukan saat aksi menolak Omnibus Law di Mahkamah Konstitusi," ungkap Said.
Baca Juga: Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
Selain aksi lapangan, KSPI juga akan melakukan aksi virtual serentak. Aksi virtual akan dilakukan via live streaming sosial media KSPI baik Facebook, Instagram, dan Twitter yang diikuti puluhan ribu buruh, baik anggota KSPI dan buruh-buruh dari Indonesia.
"Aksi ini bisa mencapai ratusan ribu peserta dengan follow and share, ini sudah menjadi kasus publik. Di twitter, tagar #SaveDanaBuruhDiJamsostek, #LawanKorupsiDimanaPun, akan kita naikkan, semoga bisa menjadi trending topic. Selamatkan uang kita bersama, selamatkan uang buruh," tutur Said.
(akr)
Lihat Juga :