Gaji Tambahan Karyawan Murni dari APBN, Bukan Uang Pekerja di BPJSTK
Senin, 18 Januari 2021 - 20:43 WIB
loading...
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memastikan anggaran bantuan subsidi upah (BSU) bukan berasal dari uang pekerja yang ada di BPJS Ketenagakerjaan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memastikan anggaran bantuan subsidi upah (BSU) bukan berasal dari uang pekerja yang ada di BPJS Ketenagakerjaan . Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan, anggaran yang digunakan untuk program Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau subsidi gaji adalah murni berasal dari APBN.
“Dalam menggunakan uang APBN bukan uangnya pekerja yang ada di BPJS Ketenagakerjaan. Saya sudah sampaikan di mana-mana bahwa sama sekali tidak menggunakan uang pekerja yang ada di BPJS Ketenagakerjaan,” kata Menaker Ida dalam Rapat virtual, Senin (18/1/2021).
Baca Juga: BLT Karyawan Kapan Cair Lagi?, Menaker Bilang Belum Ada Perintah
Lebih lanjut Ia menambahkan, saat ini pemerintah memberikan reward atau penghargaan kepada pekerja dan perusahaan yang telah mempercayakan jaminan sosialnya kepada BPJS Ketenagakerjaan
“Nanti bisa mengkonfirmasi kepada BPJS Ketenagakerjaan, setelah itu banyak sekali inisiatif-inisiatif baru dari perusahaan-perusahaan, yang kemudian termotivasi mendaftarkan atau pekerjanya untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” tandasnya.
Secara rinci, subsidi gaji/upah gelombang/termin I telah tersalurkan kepada 12.293.134 orang, dengan realisasi anggaran mencapai Rp14.751.760.800.000 atau setara 99,11 persen. Sedangkan gelombang/termin II telah tersalurkan kepada 12.244.169 orang dengan realisasi anggaran mencapai Ro14.693.022.800.000 atau jika diprosentasekan sebesar 98,71 persen.
“Dalam menggunakan uang APBN bukan uangnya pekerja yang ada di BPJS Ketenagakerjaan. Saya sudah sampaikan di mana-mana bahwa sama sekali tidak menggunakan uang pekerja yang ada di BPJS Ketenagakerjaan,” kata Menaker Ida dalam Rapat virtual, Senin (18/1/2021).
Baca Juga: BLT Karyawan Kapan Cair Lagi?, Menaker Bilang Belum Ada Perintah
Lebih lanjut Ia menambahkan, saat ini pemerintah memberikan reward atau penghargaan kepada pekerja dan perusahaan yang telah mempercayakan jaminan sosialnya kepada BPJS Ketenagakerjaan
“Nanti bisa mengkonfirmasi kepada BPJS Ketenagakerjaan, setelah itu banyak sekali inisiatif-inisiatif baru dari perusahaan-perusahaan, yang kemudian termotivasi mendaftarkan atau pekerjanya untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” tandasnya.
Secara rinci, subsidi gaji/upah gelombang/termin I telah tersalurkan kepada 12.293.134 orang, dengan realisasi anggaran mencapai Rp14.751.760.800.000 atau setara 99,11 persen. Sedangkan gelombang/termin II telah tersalurkan kepada 12.244.169 orang dengan realisasi anggaran mencapai Ro14.693.022.800.000 atau jika diprosentasekan sebesar 98,71 persen.
Lihat Juga :