Kolabs Sakti dan Sandiaga Uno Garap Wisata Bahari Indonesia
Selasa, 16 Februari 2021 - 07:58 WIB
loading...
Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono optimistis wisata bahari menjadi pilihan utama masyarakat sebab lokasi yang ditawarkan berada di area terbuka. Foto/Dok KKP
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung penuh pengembangan wisata bahari Indonesia dalam rangka membantu pemulihan ekonomi di sektor tersebut yang terganggu akibat pandemi Covid-19. Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono optimistis wisata bahari menjadi pilihan utama masyarakat sebab lokasi yang ditawarkan berada di area terbuka. Sehingga aman bagi pelancong yang berwisata di masa pandemi seperti sekarang.
Hal ini disampaikan Menteri Trenggono saat bertemu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno di Kantor KKP, Jakarta Pusat, kemarin. "Kalau kita berharap pada destinasi wisata seperti zaman normal rasanya berat. Harus ada sesuatu yang menarik. Logikanya kalau orang berwisata di laut jauh lebih sehat. Image ini harus dibangun dulu," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/2/2021).
Baca Juga: Kementerian PUPR Sulap Kawasan Bungkutoko-Petoaha Jadi Destinasi Wisata Bahari
KKP memiliki pesisir dan ruang laut dari Sabang hingga Merauke yang bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata bahari. Kemudian ada juga kapal-kapal tidak terpakai yang dapat dimanfaatkan menjadi restoran terapung sebagai destinasi wisata kuliner.
Pengemasan destinasi wisata ini, lanjutnya, harus didukung oleh protokol kesehatan yang ketat. Selain itu juga harus memerhatikan kelestarian lingkungan supaya hasilnya tidak hanya pertumbuhan ekonomi masyarakat tapi juga terjaminnya keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut.
"Di beberapa titik kita punya kapal yang bisa diupgrade untuk jadi restoran apung. Tapi jangan mass, yang khusus saja. Misal hanya untuk menampung 25 orang," jelasnya.
Hal ini disampaikan Menteri Trenggono saat bertemu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno di Kantor KKP, Jakarta Pusat, kemarin. "Kalau kita berharap pada destinasi wisata seperti zaman normal rasanya berat. Harus ada sesuatu yang menarik. Logikanya kalau orang berwisata di laut jauh lebih sehat. Image ini harus dibangun dulu," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/2/2021).
Baca Juga: Kementerian PUPR Sulap Kawasan Bungkutoko-Petoaha Jadi Destinasi Wisata Bahari
KKP memiliki pesisir dan ruang laut dari Sabang hingga Merauke yang bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata bahari. Kemudian ada juga kapal-kapal tidak terpakai yang dapat dimanfaatkan menjadi restoran terapung sebagai destinasi wisata kuliner.
Pengemasan destinasi wisata ini, lanjutnya, harus didukung oleh protokol kesehatan yang ketat. Selain itu juga harus memerhatikan kelestarian lingkungan supaya hasilnya tidak hanya pertumbuhan ekonomi masyarakat tapi juga terjaminnya keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut.
"Di beberapa titik kita punya kapal yang bisa diupgrade untuk jadi restoran apung. Tapi jangan mass, yang khusus saja. Misal hanya untuk menampung 25 orang," jelasnya.
Lihat Juga :