Dorong Konsumsi, Pemerintah Optimistis Pulihkan Ekonomi
Selasa, 16 Februari 2021 - 22:23 WIB
loading...
Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pemulihan ekonomi nasional yang terdampak oleh pandemi Covid-19 di 2020 terus diupayakan. Selain melalui program-program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), pemerintah juga mendorong konsumsi masyarkat agar sektor industri nasional terus bergerak sehingga lapangan pekerjaan pun tercipta kembali.
Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian menyampaikan, dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga masih yang menjadi tertinggi dengan menyumbang 57,6% dari PDB. Selanjutnya, adalah PMTB (investasi) sebesar 31,6%. ( Baca juga:Ada Insentif PPnBM, APM Belum Bisa Beberkan Penurunan Harga Mobil )
"Artinya memang kalau mengejar pertumbuhan ekonomi fokus di konsumsi rumah tangga dan investasi,” ungkap Susiwijono dalam acara dialog produktif bertajuk "Daya Ungkit Ekonomi Bangkit", yang diselenggarakan oleh KPCPEN dan tayang di FMB9ID IKP, Selasa (16/2).
Susiwijono menambahkan yang bisa diandalkan menjadi key driver bagi pertumbuhan ekonomi 2021 adalah mendorong konsumsi rumah tangga dan meningkatkan daya beli bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah dengan menggulirkan program-program jaringan keamanan sosial, dan membangun kepercayaan diri masyarakat ekonomi menengah ke atas untuk kembali berbelanja. Tahun 2021 juga momentum untuk mendorong investasi.
Beberapa indikator ekonomi makro Indonesia menunjukkan beberapa sinyal positif. Hampir semua komoditas mengalami perbaikan, beberapa industri sudah mulai bergerak, impor bahan baku dan barang modal memasuki kuartal IV 2020 trennya mulai meningkat tinggi.
Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian menyampaikan, dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga masih yang menjadi tertinggi dengan menyumbang 57,6% dari PDB. Selanjutnya, adalah PMTB (investasi) sebesar 31,6%. ( Baca juga:Ada Insentif PPnBM, APM Belum Bisa Beberkan Penurunan Harga Mobil )
"Artinya memang kalau mengejar pertumbuhan ekonomi fokus di konsumsi rumah tangga dan investasi,” ungkap Susiwijono dalam acara dialog produktif bertajuk "Daya Ungkit Ekonomi Bangkit", yang diselenggarakan oleh KPCPEN dan tayang di FMB9ID IKP, Selasa (16/2).
Susiwijono menambahkan yang bisa diandalkan menjadi key driver bagi pertumbuhan ekonomi 2021 adalah mendorong konsumsi rumah tangga dan meningkatkan daya beli bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah dengan menggulirkan program-program jaringan keamanan sosial, dan membangun kepercayaan diri masyarakat ekonomi menengah ke atas untuk kembali berbelanja. Tahun 2021 juga momentum untuk mendorong investasi.
Beberapa indikator ekonomi makro Indonesia menunjukkan beberapa sinyal positif. Hampir semua komoditas mengalami perbaikan, beberapa industri sudah mulai bergerak, impor bahan baku dan barang modal memasuki kuartal IV 2020 trennya mulai meningkat tinggi.
Lihat Juga :